HomeTrending

Trending

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Obat Bius Termurah

Lex Talionis Taufik Hidayat Biadab

Pahitnya Politik Gula

Indonesia pernah menjadi eksportir gula terbesar kedua di dunia pada tahun 1930-an. Saat itu, produksi gula Indonesia hanya kalah dari Kuba. Saat ini, Indonesia...

Rebutan Migas, Derita Rohingya

Duka kembali menyerang tanah Rakhine Myanmar. Etnis Rohingya dalam ancaman genosida. Anehnya, dunia ragu-ragu memandang derita mereka. Ada apa di Rohingya? PinterPolitik.com Rohingya kembali membara. Gejolak...

Revolusi Mental Gagal?

Revolusi mental yang didengungkan pemerintahan Jokowi sejak Pilpres 2014 dinilai belum maksimal. Revolusi tersebut diklaim sebagai ‘adopsi’ atas revolusi mental di zaman Soekarno. Benarkah...

Susi, Duterte Indonesia?

“Tidak peduli!” itulah luapan ekspresi yang sama-sama dikeluarkan oleh Susi Pudjiastuti maupun Rodrigo Duterte ketika berhadapan dengan kritik. Benarkah Susi memiliki sifat seperti Duterte?...

Peringkat Drakula Perempuan

“Penelitian memperlihatkan bahwa keberadaan perempuan di politik, meningkatkan standar etik dan menurunkan tingkat korupsi.” ~ Hillary Clinton PinterPolitik.com Tertangkapnya Walikota Tegal, Siti Masitha yang tertangkap tangan...

More Stories

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Obat Bius Termurah