Bukan sekadar pengawal tamu negara. Di balik 120 kavaleri kuda yang mengiringi Narendra Modi menuju Istana Negara Jakarta, tersimpan pesan tentang diplomasi, kekuasaan, dan martabat negara. Mengapa kuda masih relevan di era digital? Karena dalam politik modern, simbol sering kali berbicara lebih keras daripada kebijakan.
“Apa memang karena kuping melayu. Suka yang sendu-sendu. Lagu cinta melulu” - ERK
PinterPolitik.com
Belantika musik Indonesia dihiasi para komposer lagu dari berbagai genre musik. Tentu...
Kata Pak Oso, Indonesia butuh sosok pahlawan ekonomi. Sosok yang seperti apa ya?
PinterPolitik.com
Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang alias Oso meminta komitmen pengusaha...
Pemerintah berencana menggabung BUMN di bawah satu induk perusahaan berdasarkan sektor. Program ini memiliki kisah sukses, tetapi ada pula ancaman di balik rencana ini.
PinterPolitik.com
Pemerintah...