HomeTrending

Trending

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Obat Bius Termurah

Lex Talionis Taufik Hidayat Biadab

Plus-Minus FPI Jadi Parpol

Survei LSI menunjukkan 13,3 persen warga akan memilih FPI jika mengikuti Pemilu. Apa saja poin plus dan minus ormas besutan Rizieq Shihab tersebut jika...

Faisal Basri: Indonesia Kontet!

Sejauh mana kontet-nya Indonesia? PinterPolitik.com  Faisal Basri tak asal ucap saat menggambarkan keadaan ekonomi Indonesia dengan sebutan kontet. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kontet sama...

Menanti Regulasi Transportasi Online?

Para pengemudi transportasi online menuntut regulasi dari pemerintah, apakah bisa terwujud? PinterPolitik.com Aksi demo yang dilakukan oleh para pengemudi transportasi online (23/11) menuntut agar pemerintah mengeluarkan...

Anggaran Anies Ditangan Tjahjo

Melonjaknya anggaran APBD DKI Jakarta 2018 dari Rp 71,8 triliun menjadi Rp 77,1 triliun, nasibnya kini ada di tangan Kementerian Dalam Negeri. Biaya-biaya yang...

RAPBD DKI 2018 Bertambah 3 Triliun

More Stories

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Obat Bius Termurah