Presiden Prabowo menyebut mereka “kancil”. Bukan penguasa bertaring, melainkan elite adaptif penjaga keseimbangan. Muhaimin Iskandar, Sufmi Dasco Ahmad, dan Bahlil Lahadalia mungkin secara tak langsung menunjukkan bahwa politik modern dimenangkan oleh negosiasi, koneksi, dan eksekusi.
Ketika Indonesia berencana membangun “bengkel resmi” pesawat angkut Hercules di Kertajati, yang sedang dipertaruhkan kiranya bukan sekadar kontrak perawatan pesawat, melainkan posisi Indonesia di peta pengaruh militer Indo-Pasifik. Dari pembeli, menjadi penentu. Mungkinkah itu terjadi?
Di balik dua jam pertemuan di Istana, bukan hanya keakraban yang dibangun. Ada sinyal yang lebih dingin, lebih terencana, dan belum pernah dibaca publik dengan cara ini. Kita akan menyelami apakah Megawati melakukan “Mixed Feelings” kepada Prabowo?
Audio dibuat menggunakan AI.
Dr. Wim Tangkilisan, S.H., M.Sc.Pemimpin Redaksi PinterPolitik.comChairman, PinterPolitik Center for Strategic Policy Analysis
KATA PEMRED #29PinterPolitik.com
Pada pagi 20 Mei 2026, di hari...