HomeTrending

Trending

Sarat Makna Kavaleri Kuda Istana

Bukan sekadar pengawal tamu negara. Di balik 120 kavaleri kuda yang mengiringi Narendra Modi menuju Istana Negara Jakarta, tersimpan pesan tentang diplomasi, kekuasaan, dan martabat negara. Mengapa kuda masih relevan di era digital? Karena dalam politik modern, simbol sering kali berbicara lebih keras daripada kebijakan.

Cermin Retak di Zaman Pelangi?

Tito dan Sengkarut OTT

Tapir Mesuji Hidup di Hati Rakyat

Jalan TGB Menuju Istana

Tuan Guru Bajang (TGB) tengah hangat dibicarakan untuk bertarung dalam Pilpres 2019. PinterPolitik.com Tidak pernah diperhitungkan, nama M. Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) tiba-tiba...

PSI, ‘Partai Haram’?

“Partai itu tidak perlu banyak anggota, sedikit saja jumlahnya, asal paham, militan, menguasai keadaan, serta memahami teori-teori perjuangan.” ~ Syahrir PinterPolitik.com Gaya akrobatik yang dipertontonkan Partai...

Paham Khilafah Di Balik PBB?

“Jika umat Islam lengah maka kekuasaan politik akan direbut oleh kekuatan-kekuatan politik yang belum tentu bersikap empati kepada Islam dan umatnya." ~ Ketua Umum...

PSI ‘Pendompleng’ NU

“Politik adalah seni mencari masalah, menemukan apakah hal itu eksis atau tidak, mendiagnosanya secara salah, dan memberikan obat yang salah.” PinterPolitik.com Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kini...

Cak Imin ‘Main Licik’

“Siapa yang berbuat curang maka akan dibalas dengan kecurangan. Berlakulah jujur, karena kejujuran akan membawa keberkahan.” PinterPolitik.com Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019 sudah di depan...

More Stories

Cermin Retak di Zaman Pelangi?

Tito dan Sengkarut OTT