HomeTrending

Trending

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Obat Bius Termurah

Lex Talionis Taufik Hidayat Biadab

Taring Tumpul Ancaman Muhaimin

"Kalau Jokowi tidak memilih saya, nanti bisa kalah. PKB memiliki 11 juta suara. Kalau Jokowi tidak milih saya, berarti kehilangan 11 juta suara dukungan,"...

Jokowi Batu Loncatan Muhaimin

"Banyak teman-teman saya yang berdoa, kebanyakan berdoa, Ya Allah jadikanlah Cak Imin menjadi cawapres, lah malah jadi cawapres selamanya." ~ Ketua Umum, Partai Kebangkitan...

Pilih Ngemall, Jokowi “Abaikan” Hanura?

"Pak Presiden tidak bisa hadir, pasti ada urusan kenegaraan yang lebih penting. Namun, kita tetap lanjutkan acara ini sesuai jadwal. Dengan tulus ikhlas kita...

Partai-Partai Berguguran di 2019?

Gatot – AHY Pasangan Alternatif Demokrat

More Stories

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Obat Bius Termurah