Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.
"Kalau ada pemimpin namun dia meninggalkan partainya hanya karena ingin kekuasaan, apakah orang itu harus dipilih? Mestinya pemimpin itu tegar, sabar, jujur, maka dialah...
“Tanah yang kuinjak sama sepertimu, langit yang kujunjung sama sepertimu, aku tak berbeda darimu. Udara yang kuhirup kau hirup juga, dingin yang kau rasa,...
“Kenapa anak anjing dan anak kucing sering bertengkar? Ya, namanya juga anak-anak, biasa lah kalo sering bertengkar.” ~ Lawakan generasi jaman old
Pinter Politik.com
Tidak terasa...