Presiden datang dan pergi, tetapi satu fungsi selalu bertahan, the fixer. Dari Orde Baru hingga era Presiden Prabowo, Indonesia terus melahirkan operator negara yang menjembatani politik, birokrasi, dan ekonomi. Mengapa begitu banyak figur tersebut berasal dari Partai Golkar? Di sinilah kisah tentang "kawah chandradimuka" para pengelola kekuasaan dimulai
Dengan kekuatan finansial, mudah bagi Hashim Djojohadikusumo untuk memegang kendali partai Gerindra. Artinya, sikap politik partai pun sangat mempertimbangkan suara sang konglomerat.
Dalam buku Pengantar...
"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh
PinterPolitik.com
Pasangan calon Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno telah memantapkan nama koalisinya dengan...
"Potong bebek angsa... Masak di kuali... Nona Minta Dansa... Dansa empat kali..." ~Lagu Potong Bebek Angsa
PinterPolitik.com
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon ternyata nggak...
"Inilah resikonya jika politik dipenuhi drama urusan publik pun menjelma jadi sekadar telenovela." ~Najwa Shihab
PinterPolitik.com
Babak baru drama mantan Ketua DPR Setya Novanto dimulai. Riak-riak...
"Kita disatukan oleh persaudaraan adat. Tidak pantas kita bermusuhan." ~Dzikry el Han
PinterPolitik.com
Meski hampir dipastikan menjadi calon wakil presiden pendamping Joko Widodo, Ma’ruf Amin masih...