HomeTrending

Trending

The One-Man Band

Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Gibran “Ban Serep” yang Ngarep?

Mentalitet Korea Ala Bahlil

Jokowi Diam-Diam Kampanye?

"Diam-diam bertahan, diam-diam menderita dan sabar menunggu." ~Marthin Luther King PinterPolitik.com Setelah ditetapkan sebagai calon presiden, Presiden Joko Widodo makin getol membagikan sertifikat tanah gratis kepada...

Propaganda Tempe Ala Sandiaga

"Tempe katanya sekarang sudah dikecilkan dan tipisnya udah hampir sama dengan kartu ATM." - Sandiaga Uno PinterPolitik.com Ada tempe setipis ATM. Begitu kata cawapres yang berpasangan...

Ngabalin: Indonesia seperti Sidratul Muntaha

"Lebih baik diam dan kelihatan bodoh daripada banyak bicara dan bodohnya lebih kelihatan." ~Cak Lontong PinterPolitik.com Panjang-panjangan visi misi masih menjadi topik menyenangkan untuk dikomentari kubu...

Megawati Senang Difitnah?

"Ketika kalah dalam debat, fitnah menjadi alat bagi pecundang." ~Socrates PinterPolitik.com Fitnah dan hoaks menjadi dagangan yang laris menjelang pemilu. Sebagian manusia seperti diberikan anugerah berupa...

Anies Jadi Gagah Berani

"Kenyamanan adalah penjara untuk kebebasan dan musuh bagi pertumbuhan." ~John F. Kennedy PinterPolitik.com Setelah sekian lama menuai pro-kontra, akhirnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi mencabut...

More Stories

The One-Man Band

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Gibran “Ban Serep” yang Ngarep?