HomeTrending

Trending

The One-Man Band

Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Gibran “Ban Serep” yang Ngarep?

Mentalitet Korea Ala Bahlil

Siapa di Balik Yenny Wahid?

“Masyarakat terperangkap oleh politisi dan politisi terperangkap oleh pengusaha.” Pinterpolitik.com Sejumlah pihak menyambut positif keputusan Yenny Wahid mendukung pasangan capres dan cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin di Pilpres...

Setop Reklamasi, Anies Rugikan Jokowi?

Penghentian proyek reklamasi akan menguntungkan Prabowo. Gagasan ekonomi kerakyatan dan anti-neoliberalisme Prabowo telah terwakili oleh kebijakan Anies Baswedan. PinterPolitik.com Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan baru saja...

Dicekal, Rizieq setara Gulen?

Fethullah Gulen dan Rizieq Shihab tengah menghadapi rezim yang berbeda haluan politik. Di Turki, Presiden Erdogan meminta Jerman menetapkan gerakan Gulen sebagai organisasi teroris....

PAN Optimistis Uang Beranak Pinak

“Tidak hanya manusia, hewan dan jin yang bisa beranak-pinak. Uang juga bisa beranak-pinak kalau dipegang politikus!” PinterPolitik.com Partai Amanat Nasional (PAN) melaporkan dana awal kampanye untuk...

Akbar Yakin Golkar Kalah

“Korupsi melulu, kapan tobatnya? Tobatnya nunggu dipanggil KPK? Bisa ae, dasar tikus!” PinterPolitik.com Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tandjung, khawatir bahwa kasus dugaan korupsi proyek PLTU...

More Stories

The One-Man Band

Lari lambat Kuda Fahri Hamzah?

Gibran “Ban Serep” yang Ngarep?