Bukan sekadar pengawal tamu negara. Di balik 120 kavaleri kuda yang mengiringi Narendra Modi menuju Istana Negara Jakarta, tersimpan pesan tentang diplomasi, kekuasaan, dan martabat negara. Mengapa kuda masih relevan di era digital? Karena dalam politik modern, simbol sering kali berbicara lebih keras daripada kebijakan.
Impresi ketertinggalan narasi dan start Ridwan Kamil-Suswono meski didukung oleh koalisi raksasa KIM Plus menimbulkan tanya tersendiri. Salah satu yang menarik adalah interpretasi bahwa di balik tarik menarik kepentingan yang eksis, Pramono Anung boleh jadi berperan sebagai “Nokia”-nya Jokowi dan PDIP.
Jangan gitu, sayang loh suaranya. Sebaiknya sih tetap pilih, kawal, lalu kritisi dan "kuliti" kalo ngadi-ngadi
Diskursus gerakan coblos tiga paslon hingga golput di Pilgub...
Efek kepentingan para pihak berkepentingan yang gak ketemu?
Terdapat satu hal menarik saat melihat manuver KIM Plus di Pilkada Jakarta yang membuat duet Ridwan Kamil-Suswono...