HomeTrending

Trending

Sarat Makna Kavaleri Kuda Istana

Bukan sekadar pengawal tamu negara. Di balik 120 kavaleri kuda yang mengiringi Narendra Modi menuju Istana Negara Jakarta, tersimpan pesan tentang diplomasi, kekuasaan, dan martabat negara. Mengapa kuda masih relevan di era digital? Karena dalam politik modern, simbol sering kali berbicara lebih keras daripada kebijakan.

Cermin Retak di Zaman Pelangi?

Tito dan Sengkarut OTT

Tapir Mesuji Hidup di Hati Rakyat

Sheikha Moza, The Real Penguasa Qatar?

The Guardian menjulukinya “the enlightened face of a profoundly conservative regime”. Disebut juga "the actual ruler of Qatar”. Ladies and gentlemen! Her Highness Sheikha Moza...

Udah “Keenakan”, PDIP Ogah Oposisi?

Balada oposisi: Ada yang bosan dan ada yang udah "pewe" gak mau jadi oposisi?  Posisi politik PDIP di blantika politik dan pemerintahan baru menjadi diskursus...

Microsoft-Blackrock Keroyokan Lawan Tiongkok?

Widih, bakal ada perkembangan AI besar-besaran nih 

KADIN dan Kemenangan Tertunda Anin?

Terpilihnya Anindya Bakrie sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia menggantikan Arsjad Rasjid meninggalkan ruang tafsir atas adanya intervensi serta deal politik tertentu. Namun, benarkah demikian? Dan mengapa intrik ini bisa terjadi?

PON Aceh-Sumut, PON Terkacau?

Kok bisa begini, ya  Penyelenggaraan PON XXI Aceh-Sumut belakangan jadi sorotan warganet karena disebut menyimpan banyak masalah, seperti infrastruktur yang tidak memadai, pengaturan skor pertandingan,...

More Stories

Cermin Retak di Zaman Pelangi?

Tito dan Sengkarut OTT