HomeTrending

Trending

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Obat Bius Termurah

Lex Talionis Taufik Hidayat Biadab

Kerenyahan Anies Garingkan Tjahjo

“Politik di Indonesia tanpa orang bodoh, bagaikan cireng tanpa micin!” PinterPolitik.com Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyarankan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membantu mediasi antara...

PAN Merinding, Jokowi Semakin Semriwing

“Rumahku sangat indah. Saat siang atapnya berwarna biru dan saat malam bintang hiasannya. Suhunya tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Walau kata orang...

PSI, Genderuwo dan Sontoloyo

“Pemuda harus berjuang untuk siapa? Siapa yang layak kita perjuangkan? Presiden, sistem negara, kebijakan publik, atau mempertjuangkan perut kawan yang lapar?” PinterPolitik.com Ketua Umum Partai Solidaritas...

Siap Reuni 212?

Dukungan politik adalah hak, bukan kewajiban warga negara, yang sangat mungkin untuk digunakan oleh gerakan 212 - Eggi Sudjana, Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni (PA) 212 PinterPolitik.com Diskursus politik identitas...

Megawati Saya Malu..

More Stories

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Obat Bius Termurah