HomeTrending

Trending

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Obat Bius Termurah

Lex Talionis Taufik Hidayat Biadab

Ma’ruf  Tak Mau Jadi Cawapres Jokowi

“Tua tua keladi, makin tua makin menjadi! Jangan berpatok pada umur, berpatoklah pada ketulusan yang luhur! Tapi, apa kamu yakin era seperti ini masih...

Politik Praktis Aksi Bela Tauhid

“Jengkel  saat melihat orang yang sukanya makan sambil bicara! Mereka bicara terus sampai-sampai lupa mulutnya lagi siaga satu menuju erupsi memuncratkan nasi dan sambal.” PinterPolitik.com Tim...

Terkhianati, Gerindra Berlinang Air Mata

“Iklaskan  air matamu berlinang sayang sebab air matamu sudah lama sekali tak membasahi pipi merahmu yang lucu itu.” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani...

Oposisi Dilecehkan Kata Genderuwo

“Ada terdapat lebih banyak kebijaksanaan di balik tubuhmu, daripada di balik filosofi terdalammu. Maka jadilah dirimu sendiri.” PinterPolitik.com Politisi kelompok oposisi dinilai partai politik pendukung Jokowi-Ma'ruf...

Ulama Paling Berpengaruh Secara Elektoral

More Stories

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Obat Bius Termurah