Andai jika orang yang suka bicara dengan tajam dan blak-blakan diminta untuk menjadi ketua KPK. Apa yang sebenarnya akan berubah, dan apa yang justru tidak bisa berubah sama sekali?
Di tengah krisis minyak global akibat blokade Selat Hormuz, Tiongkok mengirim kapal tanker berisi lebih dari 260.000 barel diesel ke Filipina dan 100.000 barel ke Vietnam. Filipina yang mengimpor 90% minyaknya dari Timur Tengah sudah menyatakan darurat energi nasional. Beijing hadir sebagai penyelamat saat tak ada yang bisa memasok. Nyatanya, jangan-jangan saat dunia sibuk menonton bom jatuh di Teheran, Beijing duduk tenang — menghitung keuntungan.
Dengarkan artikel ini:
Audio dibuat menggunakan AI.
Dr. Wim Tangkilisan, S.H., M.Sc.Pemimpin Redaksi PinterPolitik.comChairman, PinterPolitik Center for Strategic Policy Analysis
KATA PEMRED #13PinterPolitik.com
Selasa malam, 31 Maret 2026,...