Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?
Partai Golkar kembali membuka opsi seluas-luasnya kepada tokoh politik yang dinilai mampu menjadi pendamping Ketua Umum mereka, Airlangga Hartarto. Nama Panglima TNI Andika Perkasa...