Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.
Wacana tiga periode mendapatkan momen kembali setelah digaungkan oleh berbagai pihak, mulai dari masyarakat, politisi, hingga pejabat tinggi pemerintahan. Jika memang terjadi, wacana ini disebut akan merugikan sejumlah kandidat yang berpotensi maju di Pilpres 2024. Apakah salah yang dirugikan adalah Prabowo Subianto?