Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menganggap polarisasi di masyarakat sulit terjadi karena kearifan dalam masyarakat begitu kuat mengikat persatuan.