Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.
Di satu sisi supremasi sipil tetap jadi hal terpenting, tapi di sisi lain framing-framing yang membenturkan militer dengan rakyat juga perlu diwaspadai. Share pendapat...
Hmm, harusnya para pejabat publik makin punya empati setelah demo dan kerusuhan baru-baru ini. Share pendapat kalian di kolom komentar ya!
#rajajuli #domino #menterikehutanan #menhut...
Menurut kalian, apakah benar kita ada di era Neocortex Warfare? Atau seperti kata bang Ferry, semuanya tidak akan terjadi kalau pemerintah dan DPR menjalankan...