HomeTrending

Trending

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Obat Bius Termurah

Lex Talionis Taufik Hidayat Biadab

Mahfud Kesel DPR “Lemot”?

Mahfud MD mendesak DPR RI untuk segera mensahkan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) setelah 19 tahun mangkrak. Aturan ini merupakan upaya...

Kenapa PDIP Usung Gibran di DKI?

Telah lama beredar isu bahwa Gibran Rakabuming Raka akan diusung PDIP di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Jika isu itu benar, kenapa PDIP mengusung Gibran...

Ma’ruf: Dunia Siapa yang Melanjutkan?

Wakil Presiden Ma’ruf Amin memberi tanggapan soal hangatnya perdebatan childfree akhir-akhir ini. Tegas Ma’ruf, manusia harus berkembang biak untuk mengambangkan bumi. Melanjutkan keturunan juga...

Prabowo Menangkan Teater 38 Provinsi? 

Rencana melengkapi eksistensi komando daerah militer (kodam) di 38 provinsi yang digaungkan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menuai pro dan kontra. Akan tetapi, terlepas...

Sandi Sebentar Lagi Gabung PPP?

Dalam acara Harlah ke-50 PPP pada 12 Februari, Plt Ketua Umum PPP Mardiono menyebut Sandiga Uno sudah diberikan izin oleh Prabowo Subianto untuk bergabung...

More Stories

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Obat Bius Termurah