HomeTrending

Trending

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Obat Bius Termurah

Lex Talionis Taufik Hidayat Biadab

Partai Ummat Sedang Bunuh Diri?

Dalam Rakernas Partai Ummat, Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi menegaskan partainya mengusung politik identitas Islam. Dengan derasnya sentimen negatif terhadap politik identitas, kenapa...

Sejarah Valentine’s Day

Selamat hari kasih sayang! Kalau kata Slank di lagu “Kuil Cinta” (2007) sih, cinta itu putih, suci, murni, bersih, dan tinggi. Dengan merayakan cinta...

Anies Untung Dikucilkan Jokowi Cs?

Muncul kabar bahwa terdapat upaya-upaya untuk jegal pencalonan Anies Baswedan di Pilpres 2024. Mungkinkah Anies malah untung?

Seberapa Powerful Sebenarnya Tiongkok?

Berapa banyak sih sebenarnya yang "bergantung" sama Tiongkok? Lowy Institute merilis peta dengan keterangan negara-negara yang menjadikan Tiongkok sebagai mitra perdagangan utamanya. Walau selama beberapa dekade...

Partai Ummat Usung Politik Identitas

Dalam pidatonya di Rakernas Partai Ummat (13/2), Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi menegaskan bahwa Partai Ummat mengusung politik identitas Islam. Menurutnya, tanpa adanya...

More Stories

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Obat Bius Termurah