Selama puluhan tahun, Indonesia memiliki satu obsesi yang nyaris tidak pernah padam: menjadi bangsa yang tidak sekadar membeli teknologi, tetapi mampu menciptakannya sendiri.
Dari ruang praktik hingga ruang kekuasaan, dokter Indonesia pernah menjadi arsitek bangsa, teknokrat, hingga diplomat. Namun, di balik legitimasi rasional dan etika profesi, mereka jarang mencapai puncak politik. Mengapa demikian?
https://www.youtube.com/watch?v=PevHeiO9u7o
Pinterpolitik.com - Indonesia siap mengerahkan 20.000 putra-putri terbaiknya untuk membantu menjaga perdamaian di Gaza dan di belahan dunia lainnya.
Kalimat itu—dengan nada mantap khas...