HomeCelotehWiranto Jadi Wasit

Wiranto Jadi Wasit

Kecil Besar

Menghadapi tahun politik Menko Polhukam Wiranto meminta semua pihak untuk menghindari konflik.


PinterPolitik.com

“Setiap manusia memiliki insting untuk berkonflik. Setidaknya, semua manusia sehat.” ~ Hilaire Belloc

[dropcap]S[/dropcap]emakin dekatnya pelaksanaan Pilkada Serentak di sejumlah wilayah, membuat banyak politikus mulai menabuhkan genderang kompetisinya. Belum mulai aja, Bawaslu udah kebanjiran gugatan dari partai yang enggak lolos. Apalagi entar nih, sehabis Pilkada, pasti KPU dan Bawaslu bakal semakin mumet.

Selain gugatan akibat kecewa enggak menang, di sejumlah daerah juga memiliki kemungkinan konflik ketika Pilkada terjadi. Biasa deh, kompetisi kan ada yang mainnya sehat tapi banyak juga yang pakai jegal kanan-kiri. Gaya politikus kayak gini, biasanya sih malah jadi ketauan enggak mengandalkan kualitas.

Kalau jegalnya dalam skala kecil, dalam arti percikan-percikan emosi sesaat sih, enggak masalah kali ya. Tapi kalau udah bikin perpecahan antar warga, bahkan sampai bentrok fisik segala, wah tentu bakal repot dong. Gimana enggak, konflik kayak gini kan bikin takut warga dan bisa mengganggu keamanan juga.

Nah, sebagai “panglima” keamanan, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, setiap ketemu wartawan pasti pesen supaya masyarakat berhati-hati dan enggak mudah terprovokasi. Soalnya kalau banyak konflik, kan dia juga yang bakal kelimpungan banyak kerjaan.

Enggak heran kalau Pak Wiranto lumayan gerah dengan keberadaan para pencipta hoax. Selain enggak bertanggung jawab, postingan boong-boongan mereka itukan bisa menyulut perpecahan. Kaca aja kalau pecah susah disatuin lagi, apalagi bangsa? Makanya, dengan lantang ia berseru: “Pengganggu Pemilu adalah pengkhianat bangsa!” Wadaau…

Hmm harusnya, Pak Wiranto jangan cuma titip pesen anjuran buat warga doang dong. Tapi titip pesen makanan juga, lho kok? Iyalah, kasian itu para wartawan yang nungguin komentarnya tentang usulan dirinya jadi Cawapres. Masak wartawan cuma dikasih mesam mesem aja? Mana puas, ehem.

Tapi kayaknya sih, Pak Wiranto ini lebih suka jadi wasit alias penengah. Buktinya, kemarin ia berinisiatif mempertemukan para korban terorisme dengan para pelakunya. Wuiidiiih serem abis. Untung yang ngawal Pak Wiranto, jadi berjalan aman dan damai. Lha, kalo masih ada korban yang masih dendam, bisa berujung pada peristiwa berdarah lagi tuh. Waduh, salut lah! (R24)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

More Stories

Informasi Bias, Pilpres Membosankan

Jelang kampanye, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oposisi cenderung kurang bervarisi. Benarkah oposisi kekurangan bahan serangan? PinterPolitik.com Jelang dimulainya masa kampanye Pemilihan Presiden 2019 yang akan dimulai tanggal...

Galang Avengers, Jokowi Lawan Thanos

Di pertemuan World Economic Forum, Jokowi mengibaratkan krisis global layaknya serangan Thanos di film Avengers: Infinity Wars. Mampukah ASEAN menjadi Avengers? PinterPolitik.com Pidato Presiden Joko Widodo...

Jokowi Rebut Millenial Influencer

Besarnya jumlah pemilih millenial di Pilpres 2019, diantisipasi Jokowi tak hanya melalui citra pemimpin muda, tapi juga pendekatan ke tokoh-tokoh muda berpengaruh. PinterPolitik.com Lawatan Presiden Joko...