HomeCelotehTontonan Wajib Setelah G30S PKI

Tontonan Wajib Setelah G30S PKI

Mau nonton G30S PKI? Simak tontonan wajib setelahnya. 


PinterPolitik.com

 

[dropcap size=big]M[/dropcap]enutup gonjang-ganjing penayangan film G30S PKI, TVOne akhirnya mantap memutarnya nanti malam pukul 21.30 WIB. Niat stasiun TV milik dedengkot Golkar ini cukup bikin terharu, yakni hendak meluruskan sejarah dan menyelamatkan anak muda dari buta sejarah. Kutipan-kutipan dari para jenderal dan Presiden, ikut diungkit-ungkit untuk ‘meyakinkan’ khalayak.

 

Walaupun beberapa tokoh dan praktisi kesehatan jiwa bilang film ini hanya akan buat anak-anak ketakutan dan trauma – sebab banyak adegan kekerasan nan sadisserta kelelahan –waktu tayang jam 21.30 WIB dan durasi film 4 jam lamanya – TVOne tetap pantang mundur. Mereka juga tak terpengaruh suara sumbang yang berseloroh film G30S PKI hanyalah propaganda Orba belaka. Lha, TVOne kan memang beda.

Daripada berputar lagi di sana, sebaiknya simak tayangan-tayangan yang bisa dilihat selesai nonton film G30S PKI. Hitung-hitung sebagai teman begadang sampai pagi.

1. Pertandingan Sepak Bola

 Kalau masih ada daya untuk melek, tak ada salahnya lanjut nonton pertandingan sepak bola setelahnya. Sudah tahu belum kalau LaLiga tanding nanti malam? Nah, liga ini layak ditunggu. Ada Celta Vigo VS Girona menanti pukul 02.00 WIB.

sumber: istimewa
- Advertisement -

Sebelum nonton, memang disarankan tidur dulu yang cukup supaya konsen dan segar. Tidak lucu kan, kelewatan momen ‘gol’ saat tak sengaja tertidur. Nah makanya ingat, tidur dulu yang cukup.

2.  Acara Horor

Bohong kalau tidak takut dan merinding habis nonton G30S PKI. Supaya tak kehilangan momen ‘horor’, segera ganti channel ke SCTV dan saksikan acara bertajuk ‘Buat Aku Merinding’, dijamin stress hilang. Kalau stress hilang, otak plong, bukan? Eh, atau tambah stress ya?

Baca juga :  Megawati Kehilangan Kendali PDIP?
sumber: istimewa

Ajak teman-teman atau keluarga tersayang supaya tak terlalu mencekam. Kalau semuanya sudah tidur, bagaimana? Ya sudah ikut tidur saja. Sekalian, tak usah lihat film G30S PKI kalau tak mau terbayang-bayang horornya, hiiy.

3. Acara Komedi

Kita akui, film G30S PKI cukup intens dan menegangkan. Nonton acara humor dianjurkan supaya jiwa raga kembali luwes. Acara stand up comedy yang tayang di jam-jam larut ada banyak, kok. Dari sana kita mungkin bisa bayangkan, bagaimana kalau Babe Cabita jadi DN Aidit atau Arie Keriting jadi Pierre Tendean. Hmm, milenial abis.

4. Film Dokumenter Jagal/Senyap

Buat yang tak kapok belajar, sangat dianjurkan nonton dokumenter  Jagal atau Senyap garapan sutradara Joshua Oppenheimer. Buka saja Youtube dan ketik judulnya. Kalau  film G30S PKI itu 100% drama, nah di dua film ini real, langsung dari pelaku dan korbannya. Wong, namanya saja dokumenter.

sumber: istimewa

Dengan begitu, kita bisa punya film dari dua perspektif, versi pemerintah dan non-pemerintah. Tapi tetap, penilaian akhir ada di penonton.

Sikap TVOne menayangkan kembali film G30S PKI bisa dirayakan sebagai bentuk demokrasi di era Reformasi saat ini. Tapi kita tak boleh lupa juga, sejak 2014 lalu TVOne menampilkan data bohong soal hasil Pemilu. Maka bukan rahasia lagi, kalau sikap mereka memang menyasar penonton tertentu. Nah, dengan menayangkan G30S PKI, berlebihan tidak kalau menyebut TVOne tahun ini mendukung propaganda Orde Baru? Berikan pendapatmu. (A27)

spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Mempersoalkan Checks & Balances Indonesia

Dalam sebuah demokrasi, lembaga-lembaga pemerintahan di Indonesia sudah seharusnya menjalankan fungsi checks & balances. Namun, fungsi tersebut tak dapat jalan bila ada yang mendominasi....

Megawati-Puan Sayang Korea?

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani tampak sangat "sayang" dengan Korea Selatan (Korsel). Mengapa?

Siasat Kartu Nama Erick di G20?

“Erick Thohir mendirikan Mahaka Group, konglomerasi yang fokus pada olahraga dan media hiburan, cetak, radio, dan televisi. Juga memiliki sejumlah klub sepak bola nasional...

NasDem Adalah Partai Main-main?

“Ini bagus juga. Saya hormati itu. Makanya, kalau sudah tahu elektabilitas kecil, ngapain harus dihitung? Anggap saja ini partai main-main.” –  Surya Paloh, Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem PinterPolitik.com Beberapa waktu lalu, panggung...

Macron Bukan Blusukan Tapi KKN?

“Ramah sekali Presiden Prancis ini” –  Warganet  PinterPolitik.com Baru-baru ini, viral di media sosial (medsos) Presiden Prancis Emmanuel Macron yang terlihat menyempatkan diri “blusukan” di Bali usai Konferensi Tingkat Tinggi...

Anies Pelan-pelan “Ngeteng” KIB?

“Mestinya, KIB (Koalisi Indonesia Bersatu) sekarang itu larinya ke Anies. Saya kira akan gabung ke sana,” – Habil Marati, Ketum Forum Ka’bah Membangun PinterPolitik.com Akhir-akhir ini,...

Misteri Pak Bas Jadi Fotografer

“Ya, itu memang hobinya. Ini kan juga event besar yang langka ya,” – Endra Atmawidjaja, Juru Bicara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) PinterPolitik.com Konferensi Tingkat Tinggi...

More Stories

Jangan Remehkan Golput

Golput menjadi momok, padahal mampu melahirkan harapan politik baru. PinterPolitik.com Gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 tunai sudah. Kini giliran analisis hingga euforia yang tersisa dan...

Laki-Laki Takut Kuota Gender?

Berbeda dengan anggota DPR perempuan, anggota DPR laki-laki ternyata lebih skeptis terhadap kebijakan kuota gender 30% untuk perempuan. PinterPolitik.com Ella S. Prihatini menemukan sebuah fakta menarik...

Menjadi Pragmatis Bersama Prabowo

Mendorong rakyat menerima sogokan politik di masa Pilkada? Prabowo ajak rakyat menyeleweng? PinterPolitik.com Dalam pidato berdurasi 12 menit lebih beberapa menit, Prabowo sukses memancing berbagai respon....