HomeCelotehTerawan-IDI Mesra Kembali

Terawan-IDI Mesra Kembali

Kecil Besar

“The practice of peace and reconciliation is one of the most vital and artistic of human actions.” – Thich Nhat Hanh, Spriritual Leader


 PinterPolitik.com

Menjadi Menteri Kesehatan (Menkes) di Kabinet Indonesia Maju, rupanya mendatangkan anugerah bagi Terawan Agus Putranto. Mantan Kepala RSPAD Gatot Subroto ini akhirnya bisa rujuk kembali dengan mantannya, Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Mungkin masih segar ingatan masyarakat pada tahun 2018 silam terjadi pemberhentian Dokter Terawan dari IDI. Usut punya usut IDI tidak setuju dengan terapi cuci otak yang menggunakan digital substraction angiography (DSA). Terawan ngotot pake DSA, IDI-nya pun ngotot bahwa terapi tersebut belum teruji secara ilmiah. Pertikaian ini pun berujung pada pemberhentian sementara Menkes Terawan oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI.

Sebenarnya surat pemberhentian Menkes Terawan itu rahasia, eh tapi bocor juga ke publik. Hal ini pun kemudian menuai kontroversi.

Namun drama tak berhenti disitu. Usai pemberhentian sementara Terawan, Prof. Ilham Oetama Marsis, anggota Konsil Kehormatan Indonesia diberhentikan oleh Jokowi. Prof. Ilham pun tak terima dan mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, November lalu. Tembus sih, tapi banding ke Pengadilan Tinggi TUN (PT TUN) Jakarta yang malah membalik keadaan.

Karena masih ngotot, Ilham pun membawa kasus tersebut ke Mahkamah Agung, dengan hasil ditolak. Yasudah, Ilham pun mundur secara terhormat dan perlahan setelah melawan.

Pemberhentian Prof. Ilham itu sebenarnya diklaim tak ada hubungannya dengan Terawan. Bahkan ketika nama Terawan masuk bursa Menkes, IDI pun melayangkan surat keberatan kepada Presiden Jokowi. Mereka menilai Terawan tidak pantas sebagai Menkes karena telah melakukan pelanggaran kode etik.

Terawan sih santai-santai aja, menurutnya jabatan politis pasti ada yang terima dan nolak. Hubungan buruk ini pun berlanjut hingga pertemuan tertutup antara Terawan dengan IDI, Rabu 30 Oktober lalu. Rupanya pertemuan tersebut menghasilkan cinta yang bersemi kembali. Terawan rujuk dengan IDI. Menurut Terawan, IDI memberikan masukan yang tajam dan menggelitik. Ciee udah curhat dan saling mengkelitiki.

Ketum PB IDI Daeng M Faqih, menyatakan netizen tak perlu lagi membahas luka lama diantara mereka. Pelanggaran kode etik itu tidak ada kaitannya dengan terpilihnya seseorang menjadi pejabat publik. Nanti dulu, nanti dulu, pelanggaran kode etik tidak ada hubungan dengan pejabat publik?

Bukankah idealnya pejabat publik harus punya rekam jejak yang baik. Oiya lupa ini Indonesia. Mungkin aja jabatan baru Terawan bikin IDI lebih permisif deh. Hmm, ga inget dulu drama kayak gimana. Tapi yaudahlah itu dulu. Selamat ya sudah rujuk kembali. (M52)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  The One-Man Band
Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Anak STM Mendemo “Anak TK”

“Keterangan saya tidak begitu dipahami, karena memang enggak jelas bedanya antara DPR dan Taman Kanak-Kanak,” – Abdurrahman Wahid, Presiden RI ke-4 Pinterpolitik.com Awas, awas, anak STM...

Menyoal RUU Masyarakat Hukum Adat

RUU Masyarakat Hukum Adat menjadi salah satu rancangan undang-undang yang masuk ke dalam Prolegnas Prioritas DPR. Meski begitu, lambatnya pemrosesan RUU ini bisa jadi...

Hari Rabu: Jokowi’s Best Day?

“It’s the best day ever!” – SpongeBob Squarepants, “Best Day Ever” (2006) PinterPolitik.com Buat kalian yang kini bisa disebut sebagai generasi milenial, pasti pernah tuh ngalamin rasanya nggak sabar menunggu-nunggu...

Menyingkap Ngabalinisasi ala Rocky Gerung

Rocky Gerung menyebut para ketum parpol koalisi tengah alami Ngabalinisasi. Apa sebenarnya arti kata Ngabalinisasi?

Kemelut FPI Bukan PKI

"Tidak ada ketentuan pidana yang melarang menyebarkan konten FPI karenanya siapa pun yang mengedarkan konten FPI tidak dapat dipidana. Sekali lagi objek larangan adalah...

Jokowi Seperti Donald Trump?

"Bagaimana ya kan, tidak mudah memahami, pandemi itu menunda investasi, kan tidak susah kan. Jadi saya pengkritik utama Pak Luhut, tapi untuk kali ini...

Formula Bang Oma di Balai Kota

Pelantikan Anies – Sandi mendatang siap digoyang Soneta. Goyang, Bang~ PinterPolitik.com Kalau darah muda sang Ksatria Bergitar itu masih meledak-ledak, mungkin saja dia bakal begadang ke...

More Stories

Gerindra-PKS Tega Anies Sendiri?

“Being alone is very difficult.” – Yoko Ono PinterPolitik.com Menjelang pergantian tahun biasanya orang-orang akan punya resolusi baru. Malah sering kali resolusi tahun-tahun sebelumnya yang belum...

Ada Luhut, Langkah Bamsoet Surut?

“Empires won by conquest have always fallen either by revolt within or by defeat by a rival.” – John Boyd Orr, Scottish Physician and...

Balasan Jokowi pada Uni Eropa

“Negotiations are a euphemism for capitulation if the shadow of power is not cast across the bargaining table.” – George P. Shultz PinterPolitik.com Sekali-kali mari kita...