HomeTerkiniSingapura Banjir Lagi

Singapura Banjir Lagi

Kecil Besar

Banjir kembali menerjang Singapura. Dalam kurun lima tahun terakhir, banjir besar kerap terjadi di Negeri Singa itu.  Banjir besar tercatat pernah melanda Singapura pada Desember 2012 dan Juni 2011.


pinterpolitik.comRabu, 25 Januari 2017.

Jakarta – Singapura kembali dilanda banjir. Negara yang dikenal memiliki sistem drainase yang terbaik di Asia itu takluk karena guyuran hujan lebat sejak Senin Siang (23/1/2017). Sejumlah titik terendam dan menyebabkan kemacetan parah saat jam sibuk. Berbagai foto dan video tentang banjir juga masif di posting oleh pengguna sosial media.

Badan Utilitas Publik Singapura (PUB) melaporkan banjir merendam daerah sepanjang Craig Road Tanjong Pagar, Maxwell Road dan beberapa kawasan lainnya. Genangan selebar 20 meter terjadi di terjadi di jalur padat di Jalan Kadayanallur. Namun, pada Puku 10.00 waktu setempat, banjir di Maxwell Road dilaporkan mereda dan jalanan sudah bisa dilalui kendaraan.

dalam akun Twitter resminya PUB menyebutkan bahwa beberapa ruas jalan berisiko dilanda banjir tinggi dengan ketinggian air naik hingga 100 persen. PUB juga tengah melakukan perbaikan fasilitas drainase untuk mencegah hal ini terjadi. “perbaikan drainase di persimpangan Maxwell Road dan Tanjong Pagar akan dimulai bulan depan dan diperkirakan selesai pada kuartal ketiga tahun ini. “ujar juru bicara PUB seperti yang dikutip dari tnp.sg

Hujan deras dan berpotensi banjir juga dilaporkan terjadi di Alexandra Road, Tiong Bahru, serta wilayah pantai barat.  Selain banjir, otoritas lalu lintas Singapura juga melaporkan kecelakaan kendaraan di sejumlah titik karena hujan dan banjir.

Hujan deras diprediksi akan turun hingga pukul 12.00 siang ini. Masyarakat pun diminta untuk berhati-hati. Beberapa tahun belakangan, negeri singa ini kerap dilanda banjir yang cukup besar. Tahun 2013 lalu, ekonomi sempat lumpuh karena banjir yang merendam kawasan strategis seperti Orchard Road.

Straits Times melaporkan bahwa setidaknya dua mobil terendam banjir di luar Gereja St Vincent de Paul di Jalan Yio Chu Kang. Banjir juga merendam sebuah plaza komunitas di gedung HDB di daerah Ang Mo Kio.

Dalam kurun lima tahun terakhir, Singapura kerap dilanda banjir.  Banjir besar tercatat pernah melanda negeri Singa itu pada Desember 2012 dan Juni 2011. Titik banjir berada di Balestier, Cambridge Road, Monk’s Hill, Cuscaden Road, Lincoln Road, United Square, Moulmein Road dan the junction of Bukit Timah junction and Sixth Avenue. (TNP/DTK/O23)

spot_imgspot_img

#Trending Article

Golkar, Chandradimuka The Fixer?

Presiden datang dan pergi, tetapi satu fungsi selalu bertahan, the fixer. Dari Orde Baru hingga era Presiden Prabowo, Indonesia terus melahirkan operator negara yang menjembatani politik, birokrasi, dan ekonomi. Mengapa begitu banyak figur tersebut berasal dari Partai Golkar? Di sinilah kisah tentang "kawah chandradimuka" para pengelola kekuasaan dimulai

Jalan-jalan dengan Sepatu Roda ‘Girl Power’

Lagu "rollerblade" (2026) milik no na meledak jadi meme nasional. Kenapa justru girl group yang kini menguasai dunia? 

Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot

Dengarkan artikel ini: Sejak Pertamax resmi naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter pada 10 Juni 2026, gelombang demo mahasiswa meledak di Jakarta,...

Kerajaan Abadi Raja Ponsel Indonesia

Dengarkan artikel berikut. Audio ini dibuat dengan teknologi AI. Sugianto Kusuma mungkin bukan nama yang Anda ingat saat membeli iPhone. Tapi dialah yang berdiri di balik...

Jebakan Rindu Soeharto?

Demokrasi sudah 28 tahun berjalan, tapi foto Soeharto di sawah itu masih terus beredar di WhatsApp. Ekonom senior Ferry Latuhihin menyatakan menyesal ikut menjatuhkan Soeharto — dan Mahfud MD tidak mau meralat pernyataannya bahwa korupsi era reformasi "lebih gila" dari Orde Baru. Ada pertanyaan filosofis yang lebih dalam di balik semua ini: bukan siapa yang lebih baik, tapi mengapa negara yang lebih bebas justru terasa lebih tidak hadir?

Runtuhnya Empire Sawit Singapura?

Kebijakan DSI mengguncang arsitektur lama perdagangan sawit Asia Tenggara. Saat saham konglomerat sawit berbasis Singapura melemah, Indonesia mulai merebut kembali nilai yang selama puluhan tahun mengalir ke luar negeri. Apakah ini awal runtuhnya empire sawit Singapura dan lahirnya era baru geoekonomi Indonesia?

Pertamax dan Kelas yang Terlupakan

Negara menyebut mereka tulang punggung ekonomi, semakin lama mereka semakin hilang. Mereka tidak memiliki jaminan seperti kelas bawah dan mereka tidak punya akses sebesar kelas atas. Tetapi, mereka dipilih untuk menanggung semuannya.

“Sell Indonesia” dan Spirit 1928

Narasi "Sell Indonesia" menyapu pasar global, tapi di dalam negeri justru lahir persatuan. Apa yang sebenarnya sedang bangkit? 

More Stories

Bukti Indonesia “Bhineka Tunggal Ika”

PinterPolitik.com mengucapkan Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia ke 72 Tahun, mari kita usung kerja bersama untuk memajukan bangsa ini  

Sejarah Mega Korupsi BLBI

KPK kembali membuka kasus BLBI yang merugikan negara sebanyak 640 Triliun Rupiah setelah lama tidak terdengar kabarnya. Lalu, bagaimana sebetulnya awal mula kasus BLBI...

Mempertanyakan Komnas HAM?

Komnas HAM akan berusia 24 tahun pada bulan Juli 2017. Namun, kinerja lembaga ini masih sangat jauh dari harapan. Bahkan desakan untuk membubarkan lembaga...