HomeCelotehSemua Karena Kamu Israel

Semua Karena Kamu Israel

“Tak ada kawan dan lawan yang abadi dalam politik. Yang abadi hanyalah kepentingan”.


PinterPolitik.com

[dropcap]L[/dropcap]agi-lagi kamu buat ‘gaduhan’ sekarang negeri ku? Tega kamu undang dia! Kenapa aku tidak kamu undang? Salah aku apa? Kamu liat ini akibatnya! Semua kesal! Semua malas!

Jangan dong kamu seperti itu, nanti kalo pada ngambek semua gimana? Mau tangung jawab kamu?

Bisa–bisa kalau begini terus viral lagi deh #savehajilinglung. Nah!

Israel merupakan negara yang dibenci oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Maka kehadiran ulama sekaliber Gus Yahya yang bersedia menghadiri undangan ke negara bersimbol David Star itu, berhasil menciduk berbagai kritik dan komentar. Pada akhirnya peristiwa ini memeriahkan media sosial di Indonesia.

Poin 100 buat kamu yang di pojok sana! Benar, memang ini bukan kali pertama ulama Indonesia nongkrong di Israel. Sebelumnya KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang waktu itu menjabat sebagai Presiden Indonesia juga pernah menyempatkan diri untuk ngopi-ngopi sambil ngobrol politik di Israel.

Kalo gak percaya, buktinya dalam buku yang berjudul “Damai Bersama Gus Dur”, Djohan Effendi menulis bahwa ketika berkunjung ke Israel, Gus Dur menyempatkan diri bertemu dengan sejumlah warga Israel, baik dari kalangan orang-orang Yahudi maupun dari kalangan orang-orang Arab Muslim dan Kristen.

- Advertisement -

Kehadiran Gus Yahya seakan membenarkan ungkapan “sejarah pasti berulang” gengs. Ungkapan itu memang cucok banget untuk isu ini.

Baca juga :  Rusia Pergi, G20 Jadi G19?

Pertama, seperti Gus Dur, Gus Yahya berasal dari NU. Kedua, Gus Yahya adalah salah satu ulama yang diakui dan terpandang di NU. Dan yang terakhir ia adalah salah satu penghuni kabinet pemerintahan Jokowi, yakni menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Waduh-waduh, konspirasi iluminasi.

Kunjungan Gus Yahya tidak hanya mengundang kritik dan komentar dari dalam negeri saja, namun juga mendapat kritik dan komentar dari masyarakat muslim di Palestina. Kehadiran Gus Yahya dinilai telah mencederai persahabatan antara Indonesia dan Palestina.

Ya gengs walaupun niatan yang dilakukan Gus Yahya terbilang baik dan tulus untuk melakukan pendekatan perdamaian dengan cara yang berbeda, pasti ada saja spekulasi yang bukan-bukan.

Nih gengs, ada ungkapan keren dari Nietzsche buat kalian yang lelah lihat pernak-pernik komentar di medsos. “Jangan lagi kau angkat lengan untuk melawan mereka! Mereka tak terhitung banyaknya, sedang takdirmu bukan menjadi pemukul nyamuk.”

Gimana nih menurut kalian gengs terkait isu kunjungan Gus Yahya? (G11)

spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Mempersoalkan Checks & Balances Indonesia

Dalam sebuah demokrasi, lembaga-lembaga pemerintahan di Indonesia sudah seharusnya menjalankan fungsi checks & balances. Namun, fungsi tersebut tak dapat jalan bila ada yang mendominasi....

Mantra “Yakusa” Mahfud Buat Anies?

“Siap hadir ke arena Munas Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI). Yakin usaha sampai (Yakusa) untuk membangun insan cita HMI” –   Mahfud MD,...

PDIP Takut Jokowi “Dijilat”?

“PDI Perjuangan mengimbau kepada ring satu Presiden Jokowi agar tidak bersikap asal bapak senang (ABS) dan benar-benar berjuang keras bahwa kepemimpinan Pak Jokowi yang kaya...

Membaca Pengaruh Jokowi di 2024

Lontaran ciri-ciri pemimpin yang pikirkan rakyat seperti kerutan dan rambut putih dari Jokowi jadi perbincangan. Inikah cara Jokowi relevan di 2024?

Jokowi dan Misteri Rambut Putih

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebut pemimpin yang pikirkan rakyat punya rambut warna putih. Siapa yang dimaksud oleh Jokowi?

Saatnya Jokowi Tinggalkan Relawan “Toxic”?

“Kita gemes, Pak, ingin melawan mereka. Kalau mau tempur lapangan, kita lebih banyak” –  Benny Rhamdani, Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI)  PinterPolitik.com Si vis...

Saatnya Ganjar Balas Jasa Puan?

“Ganjar itu jadi Gubernur (Jateng) jangan lupa, baik yang pertama dan kedua itu, justru panglima perangnya Puan Maharani,” –   Said Abdullah, Ketua DPP...

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...