HomeCelotehNatalius Pigai "Menantang" Banteng

Natalius Pigai “Menantang” Banteng

Kecil Besar

“Hasto ternyata Anda dan partai Anda tidak bedanya dengan kaum kecebong, produsen hoax, jika diukur dari pernyatan terkait Pilkada ini, khususnya di Provinsi  Papua.” ~ Natalius Pigai, Mantan komisioner Komisi Nasional untuk Hak Asasi Manusia 


PinterPolitik.com

[dropcap]S[/dropcap]ejak tanggal 27 Juni lalu, sesaat setelah Pilkada serentak di Provinsi Papua dan juga nasional dihebohkan dengan berita di surat kabar nasional. Bagi kami merasa sangat jijik dan jorok.

Weleh-weleh, siapa yang ngomong gitu sih? Kok gitu kata-katanya? Hehehe.

Oh, ternyata itu pernyataan dari Natalius Pigai menanggapi klaim Sekjen PDIP Hasto Kristianto toh, yang katanya Provinsi Papua dimenangkan oleh PDIP.

Pernyataan itu ternyata sangat membuat marah Natalius. Hal itu dinilai Pigai sebagai sebuah kebohongan besar yang dapat memancing kemarahan warga Papua.

Walapun demikian Natalius tidak merasa kaget karena cara-cara Hasto. Cara itu disebutnya murahan dan sering digunakan oleh komunitas intelijen, untuk membangun framing seakan-akan PDIP menang di Papua. Sehingga framing kemenangan ini memuluskan justifikasi untuk manipulasi atau merampok suara.

Lha iya, apa iya gengs? Aduh Pak Natalius, yang sabar ya.

Bagi Natalius, pernyatan Hasto telah memancing reaksi publik, khususnya di Papua, bahkan bisa menimbulkan konflik berdarah.

Menurut Pigai, masyarakat Papua sangat paham bahwa Jhon Wempi Wetipo yang menjadi calon dari PDIP berstatus sama dengan TB Hasanudian di Jawa Barat dan bukan kader utama pewaris kepemiminan di provinsi Papua, baik hari ini maupun di masa mendatang.

Walahh-wahlah, segawat itu ya pernyataan Hasto, sampai-sampai bisa perang saudara? Hmm, meski ada yang diperbaiki nih sepertinya, menurut kalian apa yang harus diperbaiki?

Sampai tanggal 29 Juni 2018, Pukul 10 WIT, dari total DPT Provinsi Papua sebanyak 3.411.217, suara yang masuk ke meja tabulasi adalah sebanyak 1.304.590 atau 38,24 persen. Dari jumlah tersebut pasangan Lukas Enembe dan Klemens Tinal meraih 824.485 (24,17 persen), sementara pasangan John Wetipo dan Habel Suwae dari PDIP hanya memperoleh  461.838 (13,54 persen).

Waduh artinya PDIP tidak mendapat suara banyak dong ya di Papua? Pantas posisinya kedua terendah setelah Partai Gerindra hehehe.

Eits ada ungkapan yang bahaya nih dari Natalius, katanya bagi bangsa Papua Melanesia, PDIP adalah musuh. Menurutnya, warga Papua sudah bulat akan terus-menerus tenggelamkan PDIP di bumi Papua meskipun suara mereka tidak signifikan secara nasional.

Menurut Natalius, PDIP adalah musuh bangsa Papua Melanesia.

Waduh, sosok Bung Karno dengan pemikiranya yang disebut-sebut sebagai putra sang fajar yang sekarang terwakili oleh PDIP malah ingin ditengelamkan bosque.

Hmm semoga saja yang ditengelamin hanya partainya saja ya, jangan sampai Indonesianya yang ikut tengelam dihatinya para masyarakat Papua. Buat kakak Natalius Pigai, semoga lebih sabar ya kak. Hehe.

Ayo buat semua, masih percaya kan kebhinekaan adalah warisan termewah yang kita miliki? Ini satu lagi ungkapan Bung Karno yang harus menjadi inspirasi: “Aku tinggalkan kekayaan alam Indonesia, biar semua negara besar dunia iri dengan Indonesia, dan aku tinggalkan hingga bangsa Indonesia sendiri yang mengolahnya.” (G11)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...