HomeCelotehNasib DPR Di Tangan Jokowi

Nasib DPR Di Tangan Jokowi

Kecil Besar

Walau telah disahkan DPR, namun UU MD3 juga harus mendapatkan persetujuan dari Presiden. Mungkinkah Jokowi akan menandatangani UU penuh kontroversi tersebut?


PinterPolitik.com

“Siapapun yang tidak mampu menghadapi kebenaran dengan serius pada hal-hal kecil, ia tidak dapat dipercaya dalam hal-hal besar pula.” ~ Albert Einstein

[dropcap]P[/dropcap]erdebatan mengenai beberapa pasal yang memberikan kekuasaan terlalu besar pada DPR, seperti hak imunitas dan antikritik, masih bergulir. Kegeraman masyarakat pada kelakuan wakil rakyatnya yang sok digdaya pun masih belum sepenuhnya mereda. Pastinya, sudah ribuan warga yang menandatangani petisi untuk di serahkan ke MK.

Kekesalan rakyat pun makin menjadi-jadi karena ketua Mahkamah Konstitusi tersebut diketuai oleh seseorang yang menjadi “boneka” DPR. Walau sudah beberapa kali dikenai sanksi etik, namun berkat bekingan Senayan, ia tetap santai saja bercokol di kursinya. Rangkaian kecaman pun, sepertinya tidak membuat malu sang ketua itu. Entah sudah biasa, atau memang wajahnya yang terlalu tebal dakinya.

Jadi begitulah, harapan KPK maupun warga negara ini sepertinya akan sia-sia belaka. Baik legislatif maupun yudikatif, semuanya sudah dikuasai para tikus. Bagaimana dengan pemerintah? Haduh, sebelumnya saja Menkumham Yasonna Laoly sudah keukeuh kalau UU itu final. Ah, payah sekali sih negeri ini.

Tapi ternyata ada perkembangan baru, ternyata walau UU MD3 itu sudah disahkan DPR, namun tetap harus ada tanda tangan persetujuan dari Presiden. Jadi, berarti UU itu masih belum sepenuhnya resmi dong? Hmmm, jadi masih bisa dong rakyat meminta agar UU tersebut direvisi kembali?

Merevisi UU yang direvisi, kedengarannya memang jadi aneh. Tapi kalau revisinya bukan jadi baik dan malah makin buruk, kan juga enggak bisa dipaksain untuk diterima. Pertanyaannya, mengapa Yasonna sebagai perwakilan pihak pemerintah awalnya main setuju-setuju aja ya?

Baca juga :  Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Hmm, apa karena dia mikirin kepentingan partainya? Ah dasar politikus Indonesia, mikirinnya diri sendiri aja! Meski begitu, Yasonna memberikan bocoran gress pada media. Katanya sih, Jokowi masih mikir-mikir untuk menandatanganinya. Bahkan kemungkinan, tidak akan ditandatangani.

Hah? Apa? Wah masih ada harapan dong. Waaah, semoga saja Jokowi mendengar keluh kesah masyarakat maupun akademisi di negeri ini. Semoga saja ada yang sudah menyuarakan ketidaksetujuan ini saat Jokowi lagi blusukan. Soalnya gimana ya, kalau Jokowi ternyata menandatangani, maka kepercayaan masyarakat tentu akan sirna dan dianggap berpihak pada para durjana. Hiii, jangan ah. (R24)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

More Stories

Informasi Bias, Pilpres Membosankan

Jelang kampanye, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oposisi cenderung kurang bervarisi. Benarkah oposisi kekurangan bahan serangan? PinterPolitik.com Jelang dimulainya masa kampanye Pemilihan Presiden 2019 yang akan dimulai tanggal...

Galang Avengers, Jokowi Lawan Thanos

Di pertemuan World Economic Forum, Jokowi mengibaratkan krisis global layaknya serangan Thanos di film Avengers: Infinity Wars. Mampukah ASEAN menjadi Avengers? PinterPolitik.com Pidato Presiden Joko Widodo...

Jokowi Rebut Millenial Influencer

Besarnya jumlah pemilih millenial di Pilpres 2019, diantisipasi Jokowi tak hanya melalui citra pemimpin muda, tapi juga pendekatan ke tokoh-tokoh muda berpengaruh. PinterPolitik.com Lawatan Presiden Joko...