HomeCelotehMbah Amien Kecewa dengan Anaknya?

Mbah Amien Kecewa dengan Anaknya?

Kecil Besar

Amien Rais selalu bergelora menentang pemimpin kafir. Namun tingkah polah anaknya, Mumtaz Rais di pencalonan Pilgub Sumatera Utara menunjukkan yang sebaliknya.


PinterPolitik.com

Pasalnya, Mumtaz Rais maju sebagai cawagub dari wagub Jopinus Ramli Saragih, yang notabene seorang kafir. Ya, seorang kafir!

Padahal, sudah jelas-jelas manusia di dunia ini selalu dibagi dalam dua jenis. Laki-laki atau perempuan. Introvert atau ekstrovert. Penggemar tahu atau penggemar tempe. Pas lampu merah berdiri di belakang garis atau di depan garis. Muslim atau kafir.

Nah, dari sekian banyak Muslim di Sumut, kok bisa-bisanya Mas Mumtaz maju bersama kafir???

Dibandingkan perbedaan-perbedaan di tengah umat manusia lainnya, tentu saja bagi Amien Rais kafir adalah kalangan yang paling tak beruntung. Bila Allah mengizinkan, ujarnya, kafir apalagi kecebong pendukung Jokowi bisa saja dilaknat dan dijatuhkan dari kekuasaan.

Contoh yang sudah dijatuhkan oleh Allah, didukung oleh umat Islam, adalah Ahok. Sudah takdir dan jalan Allah bahwa Ahok, yang kata Mbah mirip Dajjal, kemudian dihukum oleh Umat Islam di Mako Brimob.

Hitung-hitungan politik yang taktis disinyalir ada di belakang pencalonan anak Mbah dengan cagub kafir ini. Perkawinan kembali Demokrat-PAN misalnya, mungkin saja alasan kuat langkah Mumtaz ini. Terlebih, Mumtaz rela turun gunung ke daerah nan jauh di utara Sumatera, padahal ia dan keluarganya dari Yogyakarta. Ada apa sih di Sumut!

Yah, pokok’e ada apapun itu di Sumut, hitungan politis yang mumpuni sudah pasti diambil oleh Mumtaz Rais, anak seorang profesor politik. Sayangnya, hitungan praktis itu mengabaikan nilai luhur keagamaan yang ditanamkan ayahnya, utamanya berhati-hati terhadap kafir.

Mumtaz, si anak nakal, benar-benar tak mendengarkan ayahnya! Atau, ayahnya yang belum menjadi ayah yang baik ya? Masa sih, anaknya tidak dididik dengan benar? Orasi Mbah Amien saja sudah mendidik umat Islam untuk berhati-hati terhadap kafir, utamanya asing dan aseng. Masa Mbah kurang orasi di rumah?

Ah, tapi bisa saja orasinya kan pesanan, kawan! Berhubung dekat sama Anies, ya sudah serang Ahok sampai titik darah penghabisan. He eh betul betul, bisa jadi. Ngga ada yang tahu kan apa yang didapat Mbah di belakang layar? (R17)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

More Stories

Mengejar Industri 4.0

Revolusi industri keempat sudah ada di depan mata. Seberapa siapkah Indonesia? PinterPolitik.com “Perubahan terjadi dengan sangat mendasar dalam sejarah manusia. Tidak pernah ada masa penuh dengan...

Jokowi dan Nestapa Orangutan

Praktik semena-mena kepada orangutan mendapatkan sorotan dari berbagai pihak, baik di dalam maupun luar negeri. Di era Presiden Joko Widodo (Jokowi), praktik-praktik itu terus...

Indonesia, Jembatan Dua Korea

Korea Utara dikabarkan telah berkomitmen melakukan denuklirisasi untuk meredam ketegangan di Semenanjung Korea. Melihat sejarah kedekatan, apakah ada peran Indonesia? PinterPolitik.com Konflik di Semenanjung Korea antara...