HomeCelotehKetika Wiranto Bicara HAM

Ketika Wiranto Bicara HAM

Kecil Besar

“A hypocrite is the kind of politician who would cut down a redwood tree, then mount the stump and make a speech for conservation.” – Adlai Stevenson I, Wakil Presiden ke-23 Amerika Serikat


 PinterPolitik.com

Wiranto, lelaki gagah dengan segudang capaian dalam hidup, tetapi kerap jadi sasaran kritik masyarakat.

Wiranto sekali lagi menarik perhatian publik karena pernyataan kontroversialnya, bahwa penyadapan harus dilakukan KPK atas izin Dewan Pengawas merupakan bentuk penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM).

Berat nih kalo ngomongin HAM.

Tentunya pernyataan tersebut kontroversial bukan karena RUU KPK lagi rame. Tapi karena yang ngomong itu track record HAM-nya jelek. Sampe-sampe dimaki komunitas internasional dan dilarang masuk AS!

Tapi kata Pak Marty Natalegawa itu belum pasti loh ya (sampe sekarang). Tapi apa sih yang pasti soal pejabat?

Menurut para pakar, pemangkasan wewenang KPK mungkin saja merupakan regresi Indonesia menuju Orba kembali. Mungkin masih terngiang di pikiran Wiranto masa kejayaannya tersebut sebelum sering dikritik seperti sekarang.

Kalau kayak gitu, buat Pak Wiranto mungkin mending regresi ye gak?

HAM, selalu dan sekali lagi menjadi perdebatan kompleks karena sulit terdefinisikan. Bukan hanya permasalahan universal vs relativitas saja, namun juga seberapa jauh HAM bisa dijamin dan dilanggar oleh pemangku kepentingan.

Penilaian Wiranto bahwa penyadapan yang dilakukan KPK melanggar HAM ini sejujurnya meninju ulu hati saya yang rapuh.

Gimana bisa, seorang pejabat terkenal sekaliber Wiranto dengan catatan HAM masa lalu yang masih belum terungkap, bisa berkata demikian?

Itu sama saja seperti seorang yang matanya minus tanpa kacamata, memaksa orang minus lainnya untuk pakai kacamata!

Bayangin betapa bingungnya Timor Leste dan KPK jika mendengar hal ini. Saya aja yang gak ada kaitan langsung sakit lambung mendengarnya.

Mbok yo sadar pak pak. Kalau kata Ebiet G. Ade, tengoklah ke dalam, sebelum bicara. Tentu para pegawai KPK bahkan Jokowi yang bapak bantu sekalipun juga paham bapak belum tentu pantes ngomong gitu. Saran saya, gimana kalau stay lowkey for awhile.

Toh yang di ujung timur sana urusannya belom selesai. Fokus dong pak! Kayak anggota DPR ngurusin ranah privat rakyat. Dedikasinya itu loh, sudah terbukti.

Udah deh, idealnya sih Pak Wiranto bisa menyelesaikan dan mengungkap dulu berbagai pertanyaan tentang dirinya dalam urusan HAM, sebelum berkata bahwa KPK menyalahi HAM dengan melakukan penyadapan. Itu penting loh, supaya masyarakat gak keingetan pepatah maling teriak maling”. (M52)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

More Stories

Gerindra-PKS Tega Anies Sendiri?

“Being alone is very difficult.” – Yoko Ono PinterPolitik.com Menjelang pergantian tahun biasanya orang-orang akan punya resolusi baru. Malah sering kali resolusi tahun-tahun sebelumnya yang belum...

Ada Luhut, Langkah Bamsoet Surut?

“Empires won by conquest have always fallen either by revolt within or by defeat by a rival.” – John Boyd Orr, Scottish Physician and...

Balasan Jokowi pada Uni Eropa

“Negotiations are a euphemism for capitulation if the shadow of power is not cast across the bargaining table.” – George P. Shultz PinterPolitik.com Sekali-kali mari kita...