HomeCelotehKetika Panglima Ditolak AS

Ketika Panglima Ditolak AS

Kecil Besar

Panglima TNI Gatot Nurmantyo gagal ikut konferensi di AS gara-gara ditolak oleh Paman Sam. Apakah Paman takut sama Gatot?


PinterPolitik.com

Bumi gonjang ganjing…

[dropcap size=big]G[/dropcap]eger!! Seluruh penduduk  Indraprasta terpana tak percaya. Panglima terbesar Pandawa, Gatot Kaca, ditolak masuk ke halaman rumah Paman Sam. Penolakannya pas Gatot baru mau mengudara pula. Untung saja kakinya masih menginjak bumi, coba kalau sudah di udara, pasti sudah diobrak-abrik rumah si Paman!

Gara-gara gagal terbang, Gatot pun menghadap Pakde. Ia curhat sambil mencak-mencak, karena kesal. Padahal Gatot ingin banget ketemu anak buah Paman yang merupakan sahabat dan seniornya di Kawah Candradimuka dulu, Jenderal Dandruff.

“Kalau enggak boleh masuk ke rumahnya, ya sudah, enggak usah datang,” saran Pakde berusaha menenangkan Gatot yang masih emosi. Menurut Pakde, lebih baik ditakuti orang daripada kita yang ketakutan.

Baca juga: Kado Gatot di Ultah TNI

“Bisa jadi Paman takut kamu akan merubuhkan rumahnya, kan tubuhmu super besar. Itu lebih baik. Daripada bernasib sial kayak Mr. Whiskey yang lari ketakutan sampai-sampai salah naik mobil orang, padahal yang ngejar dia cuma kuli tinta,” selorohnya.


Tapi pertanyaannya, mengapa Dandruff mengundang Gatot kalau memang Paman tidak berkenan? Apakah Dandruff enggak minta izin dulu sama Paman? Atau ini sebenarnya aksi balas dendam Dandruff, karena sebelumnya dua penjaga rumah Paman sempat diusir dari Indraprasta?

Untuk mengetahui dengan jelas mengapa Paman menolak Gatot, Pakde pun mengutus Srikandi untuk menjalin komunikasi. Namun ternyata Paman enggan bicara, apalagi muncul batang hidungnya. Tapi Srikandi tidak bisa dikibuli, ia akan tetap menanti sampai Paman mau menemui.

Baca juga :  Jebakan Logika Bedah Kasus Nadiem?

Akhirnya setelah pintu rumahnya diketoki terus oleh Srikandi, akhirnya Paman pun keluar rumah juga. Melalui Srikandi, Paman meminta maaf kalau kemarin menolak kedatangan Gatot. Tapi kalau Gatot ingin berkunjung sekarang, Paman akan menerimanya dengan senang hati.

Di Indraprasta, Pakde ngasih tau hasil interogasi Srikandi pada Gatot. Tapi karena Gatot masih sakit hati, ia mengaku enggan pergi. “Lain kali, biar Dandruff aja yang kemari,” celetuk Gatot, sambil ngeloyor pergi. Pakde dan Srikandi hanya bisa senyum-senyum sendiri, melihat Gatot yang masih keki. Lain kali, mungkin kita harus hati-hati kalau dapat undangan dari Paman lagi. (R24)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

More Stories

Informasi Bias, Pilpres Membosankan

Jelang kampanye, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oposisi cenderung kurang bervarisi. Benarkah oposisi kekurangan bahan serangan? PinterPolitik.com Jelang dimulainya masa kampanye Pemilihan Presiden 2019 yang akan dimulai tanggal...

Galang Avengers, Jokowi Lawan Thanos

Di pertemuan World Economic Forum, Jokowi mengibaratkan krisis global layaknya serangan Thanos di film Avengers: Infinity Wars. Mampukah ASEAN menjadi Avengers? PinterPolitik.com Pidato Presiden Joko Widodo...

Jokowi Rebut Millenial Influencer

Besarnya jumlah pemilih millenial di Pilpres 2019, diantisipasi Jokowi tak hanya melalui citra pemimpin muda, tapi juga pendekatan ke tokoh-tokoh muda berpengaruh. PinterPolitik.com Lawatan Presiden Joko...