HomeCelotehJokowi Diajak “Joget” Dua Jari

Jokowi Diajak “Joget” Dua Jari

Kecil Besar

“A A A A Aisyah jatuh cinta pa papa pada Jamila, A A A A Aisyah jatuh cintah pa papa pada jamila (tambah lagi)”. ~ Aisyah Jatuh Cinta Pada Jamila


PinterPolitik.com

[dropcap]M[/dropcap]enjelang hari pendaftaran capres-cawapres, Presiden Jokowi mengumpulkan sejumlah bupati di Istana Kepresidenan Bogor. Ini merupakan kedua kalinya Jokowi bertemu dengan para bupati dari berbagai daerah di Indonesia setelah pertemuan sebelumnya pada 5 Juli 2018.

Hmmm, bahas strategi nih gengs. Kepo ya strategi apa? Hayo strategi apa hayo? Tebak sendiri ya gengs hehehe.

Sebenarnya, di luar itu ada yang lucu nih gengs dari pertemuan tersebut, gini nih ceritanya.

Pada pertemuan sesi pertama yang dihadiri oleh 30 orang bupati, mereka melakukan foto bersama di depan Istana Bogor. Hmm standar lah ya. Nih lanjut ya.

Tapi kali ini ada yang berbeda. Saat hendak berfoto bersama, tiba-tiba terdengar seruan dari salah satu bupati yang mengatakan:

“Ayo salam dua jari dong.”

Eit, kalau eyke di posisi Jokowi, beh… Segera pucatlah komuk alias muka ini. Ahahahaha, konyol memang para bupati itu gengs.

Karena itu eyke punya beberapa pandangan kenapa bupati itu bisa berceloteh seperti itu.

Yang pertama, doi bilang seperti itu karena sudah sangat kecanduan sama aplikasinya Bowo. Eh, Bowo Apenlibe ya, bukan Bowo Prabowo Subianto. Ahahaha.

Yang kedua kenapa doi bilang kayak gitu adalah karena doi sebenarnya pendukungnya Prabowo gengs.

Apa? Kok bisa?

Ya jelas dong, PDIP yang jadi pendukung Jokowi kan dapat nomer urut tiga, bukan dua. Kalau dua kan nomornya Gerindra. Masuk kandang kodok, doi abis lah. Eh, typo maksudnya masuk kandang banteng. Ahahahaha.

Meskipun sejumlah bupati tetap berfoto dengan pose salam dua jari, Jokowi tidak mengikutinya. Ia memilih menyedekapkan kedua tangannya sambil tersenyum. Wakakaka.

Ada dua kemungkinan tuh kenapa Jokowi tidak ikut salam dua jari. Pertama karena Jokowi jaga wibawa, yang kedua karena Jokowi bete itu bukan nomer PDIP yang mendukung dia. Nanti malah dibilang membelot ke Gerindra lagi, kan bahaya. Ahahaha.

Gimana menurut kalian, Jokowi kayak gitu karena kemungkinan yang pertama atau kedua? Ehehehe.

Oh iya hampir kelupaan, persoalan kenapa bupati dipanggil ke Istana Bogor itu karena Jokowi ingin menyampaikan masalah yang ada di Indonesia gengs. Menurut Jokowi berbagai masalah bisa diselesaikan jika pemerintah pusat dan daerah bisa bersinergi.

Baca juga :  Sultan Jogja: Simpul Kuasa Indonesia

Gitu gengs, semua itu persoalan sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah. Kalau pemerintah pusatnya eror, ya desanya kan ikut eror. Kalau desanya yang eror ya berarti pemerintahnya ngablu alias kacau. Ahahaha.

Tapi yang terpenting gini gengs, apapun perbedaan yang ada di pemerintah pusat dan pemerintah daerah, semuanya haruslah terus tersinergi.

Dan yang terpenting pembahasan dan rapat itu memang untuk sinergi, bukan cari dukungan politik dari kepala daerah. Ahahahaha, maklum, tahun politik gengs. (G35)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...