HomeCelotehJokowi di Antara “Tiga Cinta”

Jokowi di Antara “Tiga Cinta”

“Love is like a rumor, Everyone talks about it, But no one truly knows.” – Someone in internet


 PinterPolitik.com

Pak Jokowi mungkin sedang bimbang. Beliau terjebak diantara tiga hubungan. Berhembusnya kabar bahwa Gerindra dan Demokrat merapat ke Jokowi untuk masuk ke dalam koalisi, mulai memperlihatkan  bahwa ada persaingan antara Pak Prabowo dan Pak SBY untuk mendapatkan ‘hati’ Pak Jokowi.

Namun jangan lupa, masih ada kekasih lama yaitu Bu Megawati yang berkat jasanya Pak Jokowi bisa jadi Presiden RI dua periode. Mungkin dalam percintaan, hubungan Pak Jokowi dengan tiga orang ini ibarat limas segitiga atau piramida segitiga. Pak Jokowi ini berada di puncaknya, dengan fondasi terkuat di salah satu sisi dan dua fondasi lainnya berada dalam posisi sama kuat.

Mungkin dulu Pak Jokowi sempat berseteru dengan Pak Prabowo dan Pak SBY. Namun sekarang hubungan dengan Pak Jokowi ini ibarat simbiosis mutualisme. Menguntungkan secara politik, karena itu siapa yang tak ingin merapat.

Mungkin saat ini Pak Jokowi senang dengan Pak Prabowo ataupun Pak SBY. Namun Bu Mega cukup posesif. Beliau minta jatah empat puluh lima persen dalam kabinet untuk PDIP-P. Tentu dalam politik hal ini lumrah-lumrah saja, cuman terkesan mengekang.

Memang kalo dilihat secara historis, siapalah Jokowi tanpa bantuan Megawati. Beliau tadinya hanya seorang pengusaha mebel dari kota kecil bernama Solo. Walaupun memiliki etos kerja yang bagus dan visi untuk maju, namun tanpa bantuan raksasa politik Jokowi mungkin tidak akan pernah sampai di Istana.

Jokowi yang tahu sopan santun pun agaknya jadi perlu banyak pertimbangan sebelum menerima Demokrat masuk ke koalisi. Memang, koalisi dan kabinet masuk ke ranah prerogatif Presiden, tapi tetap saja harus ada lampu hijau dari Megawati.

Buat banyak orang, Bu Mega mungkin dianggap sebagai kekasih lama yang mengekang. Tapi ini lumrah sih, Pak Jokowi dan Bu Megawati kan sudah lama menjalin hubungan. Gak heran kalau Bu Mega posesif.

Apapun itu, bagaimana hubungan piramida segitiga ini berkembang ya tergantung manuver Pak Jokowi. Mungkin aja kan Pak Jokowi bisa merangkul tiga-tiganya dengan mulus tanpa ada yang tersakiti? (M52)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Meraba Politik Luar Negeri Prabowo Subianto 
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

More Stories

Gerindra-PKS Tega Anies Sendiri?

“Being alone is very difficult.” – Yoko Ono PinterPolitik.com Menjelang pergantian tahun biasanya orang-orang akan punya resolusi baru. Malah sering kali resolusi tahun-tahun sebelumnya yang belum...

Ada Luhut, Langkah Bamsoet Surut?

“Empires won by conquest have always fallen either by revolt within or by defeat by a rival.” – John Boyd Orr, Scottish Physician and...

Balasan Jokowi pada Uni Eropa

“Negotiations are a euphemism for capitulation if the shadow of power is not cast across the bargaining table.” – George P. Shultz PinterPolitik.com Sekali-kali mari kita...