HomeCelotehJK Ksatria Pemberani

JK Ksatria Pemberani

Kecil Besar

Walau dalam UU MD3 sudah menetapkan kalau anggota DPR hanya bisa diperiksa KPK atas seizin presiden, namun Wapres JK malah mengatakan sebaliknya. Opa memang ksatria pemberani.


PinterPolitik.com

“Politisi paling sukses adalah yang mampu menyatakan apa yang dipikirkan masyarakat, dan biasanya dengan suara yang keras.” ~ Theodore Roosevelt

[dropcap]K[/dropcap]etika masyarakat tengah menahan geram dengan kecongkakan DPR yang memproteksi kekuasaannya dengan hak imunitas, nada pembelaan yang datang dari seorang pemimpin akan menjadikannya sedikit angin segar di udara yang begitu pekat dan panas.

Selayaknyalah seorang pemimpin harus seperti itu, memberikan pembelaan pada masyarakat yang sebenarnya lebih berkuasa di alam demokrasi. Bukan seperti para anggota parlemen yang namanya saja mewakili rakyat, namun pada kenyataannya malah lebih banyak mengkhianati dan menyakiti konstituennya. Huh!

Jadi, walau Undang-undang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) menyertakan pasal yang memungkinkan DPR tidak dapat disentuh hukum, kecuali atas persetujuan presiden. Namun bagi Wapres Jusuf Kalla atau Opa JK, kalau memang KPK mau panggil DPR ya panggil aja. Enggak usah izin presiden segala.

Bagi Opa, ketetapan KPK sebagai lembaga independen yang berada di bawah presiden sudah ada di undang-undang. Jadi ngapain DPR pake bikin aturan sendiri? Hmm, luar biasa Opa. Kasih jempol deh, terima kasih atas pembelaannya bagi lembaga anti rasuah ini. Tapi eh tapi, kenapa aturannya jadi tumpang tindih begini ya? Hadeuuh.

Kalau anggota DPR ogah dipanggil KPK atas alasan diproteksi UU MD3, bagaimana dong? Opa enggak lupa kan? Ya enggaklah, walau sudah senja tapi memori Opa masih sangat bagus. Buktinya Opa tau, kalau alasan anggota DPR itu hanya berlaku pada Kepolisian dan Kejaksaan. Kalau KPK? Ya enggak usah.

Hmmm, mengapa suara Opa lain sendiri ya? Soalnya DPR kemarin udah petantang petenteng tuh sama KPK, sampai-sampai Pak Laode keki jadinya. Padahal, Ketua DPR yang ketok palu itu kan satu wadah sama Opa. Terus kenapa berbeda? Kok Opa jadi ksatria pemberani sendiri? Apa ini ada hubungannya dengan isu kalau Opa mau bikin hattrick? Hmmm. (R24)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

More Stories

Informasi Bias, Pilpres Membosankan

Jelang kampanye, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oposisi cenderung kurang bervarisi. Benarkah oposisi kekurangan bahan serangan? PinterPolitik.com Jelang dimulainya masa kampanye Pemilihan Presiden 2019 yang akan dimulai tanggal...

Galang Avengers, Jokowi Lawan Thanos

Di pertemuan World Economic Forum, Jokowi mengibaratkan krisis global layaknya serangan Thanos di film Avengers: Infinity Wars. Mampukah ASEAN menjadi Avengers? PinterPolitik.com Pidato Presiden Joko Widodo...

Jokowi Rebut Millenial Influencer

Besarnya jumlah pemilih millenial di Pilpres 2019, diantisipasi Jokowi tak hanya melalui citra pemimpin muda, tapi juga pendekatan ke tokoh-tokoh muda berpengaruh. PinterPolitik.com Lawatan Presiden Joko...