HomeCelotehJabatan MPR Sekedar Seremoni

Jabatan MPR Sekedar Seremoni

Kecil Besar

“Berpikir besar kemudian bertindak.” ~ Tan Malaka”


PinterPolitik.com

[dropcap]A[/dropcap]pa kalian semua tahu kalau Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) itu merupakan konsep asli dari Indonesia yang dicetuskan oleh para founding fathers saat merancang UUD 1945?

Hmmm, jadi gengs, jauh sebelum tahun 1945, konsep MPR ternyata sudah dicetuskan oleh para tokoh bangsa, tepatnya pada tahun 1925. Tokoh pencetusnya adalah Tan Malaka dalam buku Naar De Republik.

Dalam buku Naar De Republik atau Menuju Republik yang ditulis Tan Malaka itu sudah menyatakan adanya MPR yang mirip dengan National Assembly di Prancis.

Menurut pakar hukum Aidul Fitriciada Azhari, sistem MPR itu bukan adopsi dari negara lain. Sehingga, referensi soal MPR tidak pernah ditemukan dalam literatur ketatanegaraan barat.

Tapi gengs, apa kalian tahu sebenarnya apa sih peran dan fungsi MPR di awal terbentuk hingga saat ini? Apakah MPR menjadi lembaga yang penting dan efektif serta apakah MPR berperan aktif terhadap kemajuan negara?

Hmmm, kalau menurut eyke sih gengs, fungsi dan peran MPR saat ini sudah tidak seefektif seperti pada masa Orde Lama atau pun Orde Baru. Mau tahu kenapa? Coba deh kalian perhatikan poin-poin ini dan jangan lupa ya kalian berikan penilaian terhadap fungsi dan peran MPR. Ehehehe.

Tugas MPR di antaranya adalah mengubah dan juga menetapkan Undang-Undang Dasar, melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum dalam sidang paripurna, memberhentikan kekuasaan eksekutif, yaitu presiden dan juga wakil presiden dalam masa jabatan yang masih berjalan, mengangkat wakil presiden menjadi presiden ketika presiden meninggalkan kursi jabatannya, diberhentikan, ataupun mengundurkan diri, dan yang terakhir MPR dapat memilih wakil presiden yang diajukan oleh presiden, apabila terdapat kekosongan jabatan wakil presiden.

MPR juga sebagai lembaga perwakilan rakyat yang mengawasi jalannya pemerintahan dan MPR sebagai pemegang kekuasaan legislatif. Nah, kalau sudah tahu seperti ini apa kalian masih yakin MPR itu adalah majelis yang gandrung akan permusyawarahannya rakyat?

Coba deh gengs pikir lagi. Sekarangkan sistem pemilihan presiden kita sudah dengan cara voting langsung, terus juga suara golongan di MPR bukan lagi berdasarkan keterwakilan golongan seperti dahulu. Dan yakin deh sama eyke, pasti yang ada di dalam MPR sekarang ini juga satu golongan semua, tidak berwarna seperti apa yang diharapkan.

Enggak percaya? Coba deh amati lagi golongan di MPR sekarang itu sama semua, kalau enggak dari pengusaha, pasti dari politisi yang punya usaha atau politisi hasil “ternakan” pengusaha ahahaha. Jadi enggak tahu deh mereka ngerti atau enggak kebutuhan rakyat.

Nah gengs, ditambah lagi hari ini Indonesia tidak lagi memiliki garis besar haluan negara, bahasa kerennya national interest atau basic need yang terkonsepkan. Hmmm, jadi gimana nih menurut kalian mengenai peran dan fungsi MPR? Masihkah relevan? Atau bubarin aja? Besar loh tunjangan pimpinannya. Ahahaha. (G35)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...