HomeCelotehElektabilitas Jokowi di Ujung Tanduk

Elektabilitas Jokowi di Ujung Tanduk

Kecil Besar

“Jangan mudah terbuai janji manis manusia, karena manusia berasal dari tanah bukan gula.”


PinterPolitik.com

[dropcap]H[/dropcap]allo gengs, ada yang baru nih soal rilis hasil survei Roda Tiga Konsultan (RTK) tentang elektabilitas capres untuk Pilpres 2019. Berdasarkan hasil survei itu, Jokowi masih menjadi capres dengan elektabilitas tertinggi, diikuti oleh Prabowo Subianto.

Langsung aja nih gengs eyke tembak! Menurut kalian, siapa yang akan menang di Pilpres 2019? Jokowi, Prabowo, atau capres alternatif? Hmmm, trus apakah hasil survei yang dilakukan oleh lembaga itu releven buat kalian? Hehehe.

Kalau berdasarkan survei RTK, Jokowi memiliki elektabilitas 51,6 persen. Sementara Prabowo Subianto memiliki elektabilitas 30,8 persen, sedangkan 17,6 persen belum menentukan pilihan.

Survei tersebut dilakukan pada 1.610 responden yang dipilih secara acak dan tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Survei ini dilakukan dari tanggal 23 Juli 2018 hingga 1 Agustus 2018.

Weleh-weleh, kalau disurvei ulang dari 1 Agustus sampai bulan Febuari tahun depan, beda lagi kali ya. Bisa jadi capres dari kubu Prabowo ngelibas elektabilitas Jokowi nih. Mbok bedanya kan enggak begitu jauh.

Apa lagi menurut Direktur Riset RTK Rikola Fedri, elektabilitas Jokowi mengalami sedikit penurunan apabila dibandingkan dengan hasil survei pada April 2018. Pada survei September 2017 suara Jokowi 43,3 persen. Pada April 2018 persentasenya naik jadi 52,8 persen, dan Juli 2018 ini cukup stagnan di 51,6 persen. Weleh-weleh.

Oh iya gengs, kalau kalian ingat, saat zamannya Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang ingin maju ke periode kedua, ia sudah mengantongi elektabilitas di atas 70 persen loh.

Hal ini yang akhirnya menimbulkan persepsi pada saat itu kalau SBY maju dan dipasangkan dengan gagang sapu saja sudah cukup kok untuk memenangkan Pilpres di tahun itu. Ahahaha.

Beda ya sama Jokowi, andai saja Jokowi sekarang memiliki elektabilitas di atas 60 persen, pasti deh mereka sudah mendeklarasikan cawapresnya. Weleh-weleh.

Nyatanya kan sampai hari ini Jokowi dan koalisi terlihat ragu-ragu tuh memilih cawapres. Hayo ada apa nih? Apa ada yang salah gengs? Apa kalian tahu kenapa kok Jokowi dapat elektabilitas rendah dan terlihat sangat hati-hati memilih cawapresnya?

Baca juga :  Anies dan Dark Side of The Moon

Kalau menurut eyke sih gengs, ungkapan Peter F. Drucker mungkin bisa menjawab pertanyaan itu, nih gengs ungkapannya: “Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai; kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya.” (G35)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...