HomeCelotehBu Risma yang Karismatik

Bu Risma yang Karismatik

Kecil Besar

“Belah dada saya, lihat apa perasaan yang ada di hati saya. Tidak ada niat jadi presiden.” – Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya


 PinterPolitik.com

Surabaya Menggugat!

Turunnya generasi muda ke jalan tidak hanya terjadi di Ibu Kota DKI Jakarta, namun juga di kota lain seperti Surabaya. Bergabung mahasiswa hingga siswa SMA dan STM dalam Gerakan Surabaya Menggugat, memobilisasi generasi muda untuk membela demokrasi.

Namun kontras dengan Jakarta, demonstrasi di Surabaya ini adem ayem. Alasannya ketakutan terhadap Tri Rismaharini.

Berbagai himbauan di media sosial, disebarkan untuk menjaga taman di Surabaya. Bahkan, ada yang mengunggah postingan bahwa dari satu hingga seratus aturan demo di Surabaya, cuma ada satu aturan yaitu Ojok ngerusak taman!

Kemarahan Risma, menjadi pencegah tindakan vandalis Gerakan Surabaya Menggugat. Mereka lebih memilih terkena semprotan water cannon daripada semprotan amarah Bu Risma. Bahkan saat demonstrasi terjadi, pegawai Dinas Pertamanan Surabaya tetap menyiram tanaman.

Demo berjalan damai, aparat pun tak perlu turun tangan. Aman rek!

Seremnya Risma ini ngalahin jiwa barbarnya anak STM Jakarta. Bisa dilihatlah pada insiden pembagian es krim gratis. Rusaknya taman memancing murka Risma kepada pihak penyelenggara.

Bu Risma nih macam Daenerys Targaryen sedang menunggangi Drogon menghadang pasukan Lannisters. Buas!

Sepak terjang Risma dalam membangun estetika Surabaya tidak main-main. Dedikasinya memajukan Surabaya tidak hanya memperlihatkan hasil, namun juga telah banyak menyabet berbagai penghargaan.

Risma ini bukan wali kota kelas teri yang umbar janji manis, tapi pas kepilih minim pencapaian. Hasilnya ada dan bisa dinikmatin. Itu yang di pusat nyontoh Bu Risma lah! Banyak tingkah, tinggi maintenance tapi hasil kerja didemo mulu karena ga bener.

Tapi ada juga pihak yang curiga kalo ganasnya Bu Risma itu cuma pencitraan. Memang Bu Risma ini kan sudah jadi politisi. Tapi gak mungkinlah bebas pencitraan juga, karena itu penting untuk memuluskan kebijakan.

Memang sih, pendukungnya ngebet banget supaya Bu Risma nyapres. Tapi dari Risma sendiri masih mau mengabdikan diri jadi Wali Kota Surabaya. Bahkan Risma berencana untuk jadi dosen di Institut Teknologi Surabaya, almamaternya.

Agaknya Bu Risma ini tidak mendambakan kekuasaan, seperti kebanyakan (hampir semua) anggota parpol di Indonesia.

Tapi ngerilah kalo orang dengan perangai macam Bu Risma jadi Presiden RI. Bisa dilahap oknum-oknum rasis ke Papua, penyebab karhutla sampe anggota dewan di Senayan yang gak bener kerjanya. (M52)

 

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

More Stories

Gerindra-PKS Tega Anies Sendiri?

“Being alone is very difficult.” – Yoko Ono PinterPolitik.com Menjelang pergantian tahun biasanya orang-orang akan punya resolusi baru. Malah sering kali resolusi tahun-tahun sebelumnya yang belum...

Ada Luhut, Langkah Bamsoet Surut?

“Empires won by conquest have always fallen either by revolt within or by defeat by a rival.” – John Boyd Orr, Scottish Physician and...

Balasan Jokowi pada Uni Eropa

“Negotiations are a euphemism for capitulation if the shadow of power is not cast across the bargaining table.” – George P. Shultz PinterPolitik.com Sekali-kali mari kita...