HomeCelotehAndai Koruptor Dicuci Otak

Andai Koruptor Dicuci Otak

Kasus pemecatan dr. Terawan yang dilakukan IDI, membuat sejumlah politikus rame-rame bersuara.


PinterPolitik.com

“Dokter hanya bisa menolong orang yang tertembak atau terluka. Tapi politisi dapat mencegah seseorang mengalami luka.” ~ Malala Yousafzai

[dropcap]S[/dropcap]ehebat-hebatnya politikus, dia butuh dokter yang hebat juga. Bayangkan, hanya dokter saja yang bisa mengutak-atik tubuh seorang presiden tanpa dikenai hukuman. Kalau memang dokternya bilang buka mulut, emangnya presiden yang jadi pasien bisa melawan? Kalau dokter mau belek  kepalanya, emangnya ada yang berani larang?

Makanya enggak heran kalau urusan pecat-pecatan yang dilakukan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) jadi begitu viral, gimana enggak, dr. Terawan yang dipecat itu, pasiennya politikus papan atas semua. Bahkan Mahfud MD yang biasanya bijak aja, sampai-sampai ikut bersuara membela itu dokter. Warbyasaaah!

Saking ramenya politikus yang bersuara, urusan yang harusnya berada di lingkup kedokteran dan etikanya ini, jadi merembet ke ranah politik. Gini nih, enaknya jadi dokter yang pernah nanganin pasien-pasien berkuasa. Mau dia beretika atau enggak, selama para politikus ini merasa terbantu, ya bakal didukunglah. Weew.

Mengherankan juga sih, mengapa para politikus ini kayaknya begitu keukeuh dan keki banget sama IDI. Yakin banget kalau dr. Terawan itu enggak patut untuk dipecat. Emangnya masalahnya itu dari urusan cuci otaknya ya? Walaupun pasien merasa terbantu, kalau IDI bilang itu membahayakan, gimana? Masa iya sih, IDI mecat hanya gara-gara cemburu sama kesuksesan dia doang? Masa iya sampai segitunya?

Baca juga :  Mahfud MD dan Perang Bintang

Di sisi lain, angkat topi juga sih kalau emang bener dr. Terawan bisa membantu pasien-pasiennya sembuh, berkat cuci otaknya itu. Jangan-jangan, gara-gara kecuci otaknya itu juga mereka jadi begitu gigih membela sang dokter. Widiiih, science fiction banget nih. Bisa engga ya, dokter itu mencuci otak para politikus biar enggak pada korupsi?

- Advertisement -

Alangkah indahnya, kalau ada metode cuci otak yang mampu membersihkan otak koruptor jadi bertobat dan enggak korup lagi. Mencuci otak seluruh anggota Parlemen dan kepala daerah biar amanah lagi, supaya melayani rakyat lebih baik lagi. Kalau ada dokter yang bisa kayak gitu, maka itu dokter memang patut dibela. Karena setiap politikus pasti membutuhkan dirinya. (R24)

spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Membaca Pengaruh Jokowi di 2024

Lontaran ciri-ciri pemimpin yang pikirkan rakyat seperti kerutan dan rambut putih dari Jokowi jadi perbincangan. Inikah cara Jokowi relevan di 2024?

Zulhas dan Bisnis Jastip Menjanjikan

Nama Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas) disebutkan Prof. Karomani soal kasus penitipan mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila).

PDIP Bakal Gabung KIB?

“Jadi warnanya tidak jauh dari yang ada di bola ini (Al Rihla)” – Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar PinterPolitik.com Demam Piala Dunia 2022 Qatar rupanya...

Saatnya Jokowi Tinggalkan Relawan “Toxic”?

“Kita gemes, Pak, ingin melawan mereka. Kalau mau tempur lapangan, kita lebih banyak” –  Benny Rhamdani, Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI)  PinterPolitik.com Si vis...

Saatnya Ganjar Balas Jasa Puan?

“Ganjar itu jadi Gubernur (Jateng) jangan lupa, baik yang pertama dan kedua itu, justru panglima perangnya Puan Maharani,” –   Said Abdullah, Ketua DPP...

PDIP vs Relawan Jokowi, Rebutan GBK?

Usai acara Gerakan Nusantara Bersatu di GBK, PDIP tampak tidak terima relawan Jokowi bisa pakai GBK. Mengapa GBK jadi semacam rebutan?

PDIP Takut Jokowi “Dijilat”?

“PDI Perjuangan mengimbau kepada ring satu Presiden Jokowi agar tidak bersikap asal bapak senang (ABS) dan benar-benar berjuang keras bahwa kepemimpinan Pak Jokowi yang kaya...

More Stories

Informasi Bias, Pilpres Membosankan

Jelang kampanye, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oposisi cenderung kurang bervarisi. Benarkah oposisi kekurangan bahan serangan? PinterPolitik.com Jelang dimulainya masa kampanye Pemilihan Presiden 2019 yang akan dimulai tanggal...

Galang Avengers, Jokowi Lawan Thanos

Di pertemuan World Economic Forum, Jokowi mengibaratkan krisis global layaknya serangan Thanos di film Avengers: Infinity Wars. Mampukah ASEAN menjadi Avengers? PinterPolitik.com Pidato Presiden Joko Widodo...

Jokowi Rebut Millenial Influencer

Besarnya jumlah pemilih millenial di Pilpres 2019, diantisipasi Jokowi tak hanya melalui citra pemimpin muda, tapi juga pendekatan ke tokoh-tokoh muda berpengaruh. PinterPolitik.com Lawatan Presiden Joko...