HomePolitikAgus Yudhoyono Akan Bangun Upaya Preventif Cegah Teroris

Agus Yudhoyono Akan Bangun Upaya Preventif Cegah Teroris

Kecil Besar

Calon gubernur Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono berbicara masalah terorisme. Agus punya cara sendiri untuk mencegah aksi yang selalu membuat takut dan resah masyarakat dari tindak terorisme. Dirinya akan membangun misi tersebut terutama dalam lingkup Jakarta yang merupakan Ibukota Indonesia kelak jika ia terpilih dalam Pilgub DKI 2017 nanti.

“Semua tentu kita melihat pada konteksnya. Artinya kita lihat dulu apa yang meyebabkan gerakan yang terjadi di bawah. Kita lihat sumber masalahnya,” kata Agus menjawab pertanyaan itu, di Bidaracina, Jakarta Timur, Sabtu (24/12/2016).

Menurut Agus, upaya preventif atau pencegahan harus dilakukan. Upaya ini bisa terwujud melalui pendidikan untuk membentuk mental masyarakat yang baik, dimulai dari segi pendidikan.

“Kita lakukan upaya preventif, prevention acts major. Jangan sampai kejadian dulu baru kita kebingungan. Pencegahan jauh lebih baik, kita yakinkan sumber kekerasan itu apa. Di situlah kita masuk melalui edukasi dan pendekatan humanis,” paparnya.

Suami dari Annisa Pohan ini lantas berkata akan mencari faktor-faktor penyebab terorisme ini. Misal karena kemiskinan atau ketidakadilan yang berlebih ditambah doktrin-doktrin sesat yang dilancarkan para pelaku teroris, Agus akan mengatasinya.

“Kalau faktor penyebabnya kemiskinan dan ketidakadilan yang berlebihan, itu kita harus atasi permasalahan tersebut. Penegak hukun memiliki peran penting. Harus ada quick response yang profesional namun tak berlebihan,” tutup mantan Komandan Rayon Arya Kemuning 206 itu.

Baca juga :  The One-Man Band
spot_imgspot_img

#Trending Article

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Aldi-Saldi: Hakim Mazhab “Dissenters”?

Vonis Nadiem Makarim menghadirkan sorotan pada Andi Saputra, hakim yang berbeda pendapat dari mayoritas. Apakah ia sekadar anomali, atau bagian dari tradisi “Mazhab Dissenters” seperti Saldi Isra?

Menanti Lahirnya Hoegeng Muda di Bhayangkara

Sehari sebelum pemakamannya Februari lalu, keluarga Hoegeng memutar rekaman pesan terakhir istrinya, dan Kapolri menyebutnya wasiat bagi seluruh anggota Polri. Delapan dekade lalu, institusi ini sudah menerima wasiat serupa dari suaminya. Namun, jamak disebut yang bertambah sejak itu cuma jumlah upacaranya. Benarkah demikian?

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

More Stories

UMKM Motor Ekonomi Dunia

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peranan yang sangat vital di dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, tidak hanya di negara-negara berkembang seperti Indonesia...

Jembatan Udara Untuk Papua

PinterPolitik.com JAKARTA - Pemerintah akan memanfaatkan program jembatan udara untuk menjalankan rencana semen satu harga yang dikehendaki Presiden Joko Widodo. Menurut Kepala Pusat Penelitian dan...

Kekerasan Hantui Dunia Pendidikan

PinterPolitik.com Diklat, pada umumnya dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan dan pembentukan wawasan kebangsaan, kepribadian serta etika kepada anggota baru. Namun kali ini, lagi-lagi Diklat disalahgunakan, disalahfungsikan, hingga...