HomeCeloteh2024, Sandi Siap Kalahkan Prabowo

2024, Sandi Siap Kalahkan Prabowo

Kecil Besar

“Mungkin prospek Prabowo pada Pilpres 2024 akan meningkat karena Jokowi tidak akan ikut serta akibat batasan dua periode yang ditentukan oleh konstitusi Indonesia”. – Bloomberg, After Two Defeats, Prabowo Still Aims for Indonesia’s Presidency


PinterPolitik.com

Apa jadinya pertandingan sepak bola kalau ketika wasit meniupkan peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan tersebut, kubu yang kalah tidak puas dengan hasil yang diperoleh?

Tentu akan ada perdebatan, protes keras terhadap wasit, dan kadang sampai menimbulkan kerusuhan. Bahkan, kadang kalau menyaksikan konferensi pers setelah pertandingan, pelatih-pelatih yang kecewa akan bersuara keras kepada media.

Bahasa yang disampaikan misalnya: “Kami dicurangi. Wasit berpihak, hasil quick count sudah dibayar, Situng bermasalah!” Eh, itu salah orang dan salah channel TV pernyataannya . Uppss.

Nah, layaknya pertandingan sepak bola, seperti itulah kondisi yang terjadi dalam Pilpres 2019. Setelah pertandingan usai, memang semuanya seolah-olah larut dalam kekacauan akibat ketidakpuasan atas hasil.

Setelah berbagai proses panjang, akhirnya Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menolak gugatan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Putusan tersebut kemudian diikuti dengan pengumuman Komisi Pemilihan Umum (KPU) 3 hari setelahnya yang menyatakan bahwa Jokowi-Ma’ruf Amin menjadi pemenang sah dalam Pilpres 2019.

Diharapkan akan berakhir, nyatanya ucapan selamat dan pengakuan belum juga datang, terutama dari Prabowo. Bahkan sang wakil, Sandiaga Uno telah mendahului dan mengucapkan selamat kubu lawan.

Padahal, momentum politik yang ada saat ini sangat penting jika Prabowo tetap ingin citra politiknya ada di atas. Apalagi ulasan yang dibuat oleh Bloomberg beberapa hari terakhir menyebutkan bahwa Prabowo justru akan mendapatkan momentum politiknya jika maju pada Pilpres 2024. Soalnya saat itu Jokowi tidak maju lagi karena telah berkuasa 2 periode.

Baca juga :  Adu Nasib Rusdi-Sandi

Dari segi usia, Prabowo juga dianggap masih memungkinkan untuk menuju ke arah tersebut. Contohnya saja di Amerika Serikat (AS), saat ini ada Joe Biden yang berusia 76 tahun dan Bernie Sanders yang usainya 77 tahun. Keduanya menjadi calon presiden yang ikut bertarung lewat Partai Demokrat.

Sementara 5 tahun mendatang umur Prabowo masih 72 tahun, alias masih punya peluang untuk merengkuh jabatan politik tertinggi di negeri ini.

Nah, masalahnya, sang cawapres, Sandiaga Uno sepertinya juga punya ambisi politik serupa. Sosok-sosok muda seperti Sandi, Ridwan Kamil dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memang disebut-sebut akan menjadi pengisi utama peta politik di 2024 mendatang.

Dalam konteks itulah Sandi terlihat lebih unggul dibandingkan Prabowo. Pasalnya, ia telah menunjukkan sikap yang lebih “kenegarawanan” dengan mengucapkan selamat untuk sang lawan.

Jika Prabowo benar-benar ingin maju lagi di 2024, setidaknya hal yang demikian ini harus diperhatikannya. Bukan tidak mungkin di 2024 nanti ia justru akan berhadapan dengan Sandi.

Beuh, kalau itu yang terjadi, emak-emak bisa terpecah-pecah. Dan pastinya banyak yang ikut Sandi lah ya. Lebih muda dan tamvan. Uppps. Hehehe. (S13)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Amien Ingin Anaknya Jadi Menteri Jokowi?

“Intinya supaya tidak ada lagi cebong dan kampret, sehingga yang ada tinggal cebong bersayap, artinya sudah akur.” – Amien Rais PinterPolitik.com Pertemuan Prabowo dan Amien Rais...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

Mega-SBY, A Birthday and Three Funerals

“Taufiq mendukung SBY usai terpilih sebagai presiden untuk kedua kalinya. Begitu pula SBY di kemudian hari menginstruksikan kadernya di kursi parlemen untuk memilih Taufiq...

Di Balik Nadiem Menteri Jokowi

Sehari setelah pelantikan presiden, Jokowi memanggil sejumlah pihak ke Istana yang ditengarai sebagai calon-calon menteri yang akan mengisi kabinet pada periode kedua kepemimpinannya. Di...

Menyoal RUU Masyarakat Hukum Adat

RUU Masyarakat Hukum Adat menjadi salah satu rancangan undang-undang yang masuk ke dalam Prolegnas Prioritas DPR. Meski begitu, lambatnya pemrosesan RUU ini bisa jadi...

Hari Rabu: Jokowi’s Best Day?

“It’s the best day ever!” – SpongeBob Squarepants, “Best Day Ever” (2006) PinterPolitik.com Buat kalian yang kini bisa disebut sebagai generasi milenial, pasti pernah tuh ngalamin rasanya nggak sabar menunggu-nunggu...

Menyingkap Ngabalinisasi ala Rocky Gerung

Rocky Gerung menyebut para ketum parpol koalisi tengah alami Ngabalinisasi. Apa sebenarnya arti kata Ngabalinisasi?

More Stories

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.

Hotel Sultan dan Mesin Uang Soeharto

Water canon, batu beterbangan, 3.161 aparat mengepung Senayan. Negara akhirnya merampungkan apa yang gagal dilakukan selama 26 tahun: merebut Hotel Sultan dari tangan keluarga Sutowo. Nilai aset Rp 28,9 triliun — eksekusi perdata terbesar dalam sejarah Indonesia. Bermula dari tipu daya: Ibnu Sutowo membangun hotel pesanan Gubernur Ali Sadikin, bukan atas nama Pertamina, melainkan atas nama PT Indobuildco milik pribadinya.