<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>ptm &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/ptm/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 Feb 2022 23:08:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>ptm &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ketika Luhut Tolak Anies</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/ketika-luhut-tolak-anies/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Feb 2022 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Anies Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[luhut]]></category>
		<category><![CDATA[Pandemi Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[ptm]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=97059</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="898" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Ketika-Luhut-Tolak-Anies-898x1024.jpg" alt="" class="wp-image-97051" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Ketika-Luhut-Tolak-Anies-898x1024.jpg 898w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Ketika-Luhut-Tolak-Anies-263x300.jpg 263w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Ketika-Luhut-Tolak-Anies-131x150.jpg 131w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Ketika-Luhut-Tolak-Anies-768x876.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Ketika-Luhut-Tolak-Anies-696x794.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Ketika-Luhut-Tolak-Anies-1068x1218.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Ketika-Luhut-Tolak-Anies-368x420.jpg 368w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Ketika-Luhut-Tolak-Anies.jpg 1080w" sizes="(max-width: 898px) 100vw, 898px" /><figcaption>Menko Marves Luhut Pandjaitan tolak permintaan Anies Baswedan</figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Ketika-Luhut-Tolak-Anies-898x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Nadiem “Napas” Saja Salah?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/nadiem-napas-saja-salah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Oct 2021 01:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Mendikbudristek]]></category>
		<category><![CDATA[Nadiem Makarim]]></category>
		<category><![CDATA[ptm]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=96157</guid>

					<description><![CDATA[Mendikbudristek Nadiem Makarim keluhkan dirinya yang dianggap selalu salah terkait kebijakan PTM. Masa Nadiem "napas" saja dianggap salah?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengatakan dirinya dianggap serba bersalah – entah itu kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) maupun kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk sekolah. Apa benar Nadiem “bernapas” saja dianggap salah?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Di suatu malam, setelah hari yang panjang, Nadiem yang menjabat sebagai Menteri Pendidikan Indonesia di&nbsp;<em>alternate universe</em>&nbsp;Bumi-45 sedang duduk terdiam di sebuah sofa yang terletak di ruang tengah rumahnya. Sembari menghela napas, Nadiem pun mulai mengingat kembali rekaman yang tersimpan di otaknya mengenai pekerjaan-pekerjaannya pada hari itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin, Nadiem memang tengah merasa lelah. Namun, sebagai anak muda, ia selalu merasa perlu untuk tetap bersemangat menyala-nyala bak bara api.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nadiem selalu ingat apa yang diucapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepadanya. “Saya butuh menteri anak muda ala milenial. Saya sadar kalau mereka-mereka ini penting –&nbsp;<em>wong</em>&nbsp;banyak juga dari mereka yang memilih saya pada Pilpres kemarin. Maka dari itu, saya memilih Mas Nadiem untuk posisi ini,” terbayang ucapan Jokowi oleh Nadiem di malam itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alhasil, sebagai Mas Menteri, ia memutuskan untuk menjangkau para&nbsp;<em>followers</em>-nya melalui sesi&nbsp;<em>live&nbsp;</em>(langsung) bak&nbsp;<em>influencers</em>&nbsp;yang diidolakan banyak generasi milenial dan Generasi Z. Apalagi, semakin ke sini, ia semakin sadar bahwa jumlah&nbsp;<em>followers</em>-nya kalah jauh dengan menteri-menteri lain yang justru berasal dari generasi&nbsp;<em>boomer</em>&nbsp;– seperti Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Nadiem</strong>: Hey, guys. Apa kabar kalian semua? Hari ini, saya ingin menyapa pemuda-pemudi Indonesia sekalian yang terus bersemangat untuk belajar dan mengembangkan diri bak Jerome Polin. Jerome saja sekolahnya sampai ke Jepang. Kalian yang mulai PTM juga harus tetap semangat dong.</p>



<p class="wp-block-paragraph">(<em>Seorang murid yang merupakan follower mengirimkan komentar</em>)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Nadiem</strong>: Wah, ini ada comment dari Haedar. Katanya, “Terima kasih, Mas Menteri. Tetap semangat terus untuk membangun pemerataan pendidikan di Indonesia – apalagi pendidikan bukanlah hanya untuk sektor digital-digital” Wah, terima kasih juga, Dek Haedar. Sungguh sebuah masukan yang cukup nendang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">(<em>Haedar kembali memberikan komentar</em>)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Nadiem</strong>: Oh, ini ada chat dari Haedar lagi. “Masih banyak anak-anak yang tidak punya akses digital dan teknologi. Makanya, pendidikan justru lebih ke persoalan akal budi juga.” Wah, Keren ya Dek Haedar ini. Masih siswa sudah berpikiran seperti ini. Mantap!</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;</strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/celoteh/mengintip-ruang-kerja-nadiem"><strong>Mengintip Ruang Kerja Nadiem</strong></a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/Infografis%202020/infografis%20Saat%20Nadiem%20Nginap%20di%20Rumah%20Guru.jpg" alt="Saat Nadiem Nginap di Rumah Guru"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">(<em>Setelah Haedar, kini giliran seorang siswa pesantren alias santri yang bernama Aqil yang memberikan komentar</em>)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Nadiem</strong>: Hmm, ini ada komentar lagi dari Dek Aqil. Aqil bilang kalau Aqil sudah baca Kamus Sejarah yang diterbitkan oleh Kemdikbud. “Tapi kok peran ulama dan NU nggak dimasukkan ya, Mas Menteri? Bukannya gerakan kelompok santri juga punya peran besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia?” Wah, iya ini kesalahan kami ini. Saya dan Kemdikbudristek memohon maaf ya soal ini. Kami bakal memperbaiki Kamus Sejarah ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">(<em>Aqil</em>&nbsp;<em>kembali memberi komentar</em>)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Nadiem</strong>: Wah, iya, Aqil. Saya tahu kemarin saya lupa mengajak sejumlah organisasi untuk ikut serta dalam Program Organisasi Penggerak (POP). Saya kira organisasi yang jago menggerakkan hanya yang punya modal besar dan teknologi saja. Makanya, saya tunda kemarin POP ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">(<em>Selain Aqil dan Haedar, banyak siswa-siswi juga mengeluhkan persoalan PTM dan PJJ</em>)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Nadiem</strong>: Iya iya, guys. Saya jadi bingung kalau begini ini. Ketika PJJ, katanya dipersoalkan karena banyak anak yang malah mengalami learning los karena nggak punya akses untuk belajar secara online. Sekarang, pas PJJ udah mulai, saya kembali disalahkan nih karena katanya ada klaster-klaster baru. Saya jadi bingung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">(<em>Komentar semakin ramai tetapi Nadiem mulai kerepotan membacanya satu-persatu</em>)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Nadiem</strong>: Udah ya, guys. Saya lelah. Saya merasa serba salah melulu. Sudah malam juga. Ayo, jangan tidur too late. Besok masih ada ilmu yang menanti di sekolah. See you later. Bye, all.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nadiem pun akhirnya mengakhiri sesi&nbsp;<em>live</em>&nbsp;di akun media sosial (medsos) miliknya itu. Terasa semakin lelah, Nadiem kemudian membuka aplikasi musik di ponselnya. Sembari beristirahat di sofanya, sebuah lagu berjudul “Salah Terus” dari salah satu penyanyi populer di Bumi-45, Raiso, pun dimainkan. “Mengapa saya selalu disalahkan? Apakah saya ‘bernapas’ saja salah?” tanya Nadiem dalam hatinya. (A43)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;</strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/celoteh/mas-nadiem-close-the-door"><strong>Mas Nadiem Close The Door</strong></a></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-embed-handler wp-block-embed-embed-handler wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="JSmmaQfGur4"><iframe title="Misteri QAnon: Di Balik Grup Anti Satanic Pembela Trump" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/JSmmaQfGur4?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.youtube.com/c/PinterPolitik/featured"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/ytb%20membership-03.jpg" alt=""/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://linktr.ee/PinterPublishing"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/2021/3/ebook-promo-web-banner.jpg" alt=""/></a></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Nadiem-Napas-Saja-Salah-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Gubernur Tantang Menteri</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/ketika-gubernur-tantang-menteri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2021 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Arinal Djunaidi]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Nadiem Makarim]]></category>
		<category><![CDATA[ptm]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=85185</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Ketika-Gubernur-Tantang-Menteri-819x1024.jpg" alt="" class="wp-image-85169" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Ketika-Gubernur-Tantang-Menteri-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Ketika-Gubernur-Tantang-Menteri-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Ketika-Gubernur-Tantang-Menteri-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Ketika-Gubernur-Tantang-Menteri-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Ketika-Gubernur-Tantang-Menteri-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Ketika-Gubernur-Tantang-Menteri-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Ketika-Gubernur-Tantang-Menteri-336x420.jpg 336w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Ketika-Gubernur-Tantang-Menteri.jpg 1080w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /><figcaption>Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menantang Mendikbud Ristek Nadiem Makarim</figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Ketika-Gubernur-Tantang-Menteri-819x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
