<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Ari Kuncoro &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/ari-kuncoro/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Feb 2022 08:42:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Ari Kuncoro &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ari Kuncoro Harus Mundur sebagai Rektor?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/ari-kuncoro-harus-mundur-sebagai-rektor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R53]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2021 07:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Ari Kuncoro]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor UI]]></category>
		<category><![CDATA[Statuta UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=100006</guid>

					<description><![CDATA[Setelah Presiden Jokowi menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) untuk merevisi Statuta Universitas Indonesia (UI), Rektor UI Ari Kuncoro justru mundur dari jabatannya sebagai Wakil Komisaris Utama BRI. Namun, berbagai pihak tetap mendorong Ari untuk mundur sebagai Rektor UI. Mengapa ini terjadi?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Setelah Presiden Jokowi menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) untuk merevisi Statuta Universitas Indonesia (UI), Rektor UI Ari Kuncoro justru mundur dari jabatannya sebagai Wakil Komisaris Utama BRI. Namun, berbagai pihak tetap mendorong Ari untuk mundur sebagai Rektor UI. Mengapa ini terjadi?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/AppData/Local/Packages/microsoft.windowscommunicationsapps_8wekyb3d8bbwe/LocalState/Files/S0/3/Attachments/a"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>“Hukum bukanlah bagian dari negara melainkan bagian dari hidup manusia,” – Norbertus Jegalus, dalam buku Hukum Kata Kerja: Diskursus Filsafat tentang Hukum Progresif</p></blockquote>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Tidak hanya Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) yang mendapat sorotan atas unggahan “Jokowi: <em>The King of Lip Service</em>”, melainkan juga Rektor UI Ari Kuncoro. Ini tidak hanya soal pemanggilan pihak rektorat kepada pengurus BEM UI, melainkan lebih karena terkuaknya rangkap jabatan Rektor yang menjabat sejak 2019 itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diketahui, Ari Kuncoro menjadi Wakil Komisaris Utama (Wakomut) BRI sejak 18 Februari 2019. Ia juga menjadi Komisaris Utama BNI pada 2017 hingga 2020.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini menjadi perhatian luas publik karena dalam Pasal 35 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 Tahun 2013 tentang Statuta Universitas Indonesia, Rektor dilarang merangkap jabatan di satuan pendidikan lain, instansi pemerintah, BUMN/BUMD/swasta, partai politik, dan jabatan yang memiliki pertentangan kepentingan dengan UI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Atas persoalan ini, berbagai pihak menuntut Ari Kuncoro mundur dari jabatannya, baik di BUMN maupun sebagai Rektor UI. Namun menariknya, di tengah polemik tersebut, pemerintah justru mengesahkan PP Nomor 75 Tahun 2021 tentang Statuta UI. Ini merevisi PP Nomor 68 Tahun 2013, di mana larangan rangkap jabatan di BUMN/BUMD/swasta hanya untuk jabatan direksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:</strong> <a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/the-king-of-lip-service-apa-salahnya"><strong>The King of Lip Service, Apa Salahnya?</strong></a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengesahan yang terjadi di tengah sorotan terhadap Rektor UI membuat berbagai pihak sulit untuk tidak menaruh curiga. Ekonom UI Faisal Bahri, misalnya, memberikan pandangan keras melalui Twitter pribadinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Lebih penting menyelamatkan Prof. Ari Kuncoro ketimbang memajukan UI. Luar biasa Presiden @jokowi,&#8221; begitu cuitnya pada 20 Juli.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut keterangan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, PP Nomor 75 Tahun 2021 sebenarnya telah diusulkan sejak 2019 lalu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Inisiatif pembahasan usulan perubahan PP telah dilakukan sejak tahun 2019. Pembahasan telah dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku dan melibatkan semua pihak terkait,” begitu keterangan Nadiem pada 23 Juli.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, setelah terjadi revisi Statuta UI, Ari Kuncoro justru memilih mundur dari jabatannya sebagai Wakomut BRI. Beberapa pihak mengapresiasi langkah tersebut. Namun, pihak lainnya tetap mendorong agar alumnus Brown University ini mundur dari jabatannya sebagai Rektor UI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, mengapa dorongan tersebut tetap terjadi?</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/Infografis K12 2020/Menyoal-Rektor-Rangkap-Komisaris-BUMN.jpg" alt=""/></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Perbedaan Persepsi Hukum</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Norbertus Jegalus dalam bukunya <em>Hukum Kata Kerja: Diskursus Filsafat tentang Hukum Progresif</em> memberikan penjelasan penting untuk memahami dorongan mundur tersebut. Jegalus membuka bukunya untuk menjawab pertanyaan, apa yang kita maksud dengan hukum?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, bagi kebanyakan orang, khususnya mereka yang mempelajari ilmu hukum, apa yang dimaksudkan sebagai hukum adalah seperangkat aturan tertulis yang telah diatur negara. Ini disebut sebagai “hukum positif”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kata “positif” sendiri berasal dari bahasa Latin, <em>ponere-positus</em> yang berarti meletakkan, menempatkan. Dalam pengertian ini, adil atau tidaknya tindakan manusia ditentukan oleh apa yang telah diletakkan (<em>positus</em>), yaitu peraturan hukum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, mengacu pada hukum positif, dengan adanya revisi Statuta UI, posisi Ari Kuncoro yang merangkap jabatan sebagai Wakomut BRI menjadi tidak perlu dipersoalkan lagi. Namun, seperti yang diketahui, dorongan agar sang Rektor mundur justru semakin kencang setelah revisi terjadi. Mengapa ini terjadi?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Jegalus, berbeda dengan para ahli hukum yang kerap memaksudkan hukum sebagai hukum positif, masyarakat justru memahami hukum sebagai tuntutan untuk menciptakan keadilan. Masyarakat umumnya “tidak peduli” dengan apa yang tertulis dalam undang-undang atau aturan lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga: </strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/celoteh/cerminan-zlatan-di-rektor-ui"><strong>Cerminan Zlatan di Rektor UI?</strong></a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang menjadi konsentrasi masyarakat adalah, apakah hukum yang ada memberikan rasa keadilan atau tidak. Mengutip pakar hukum Satjipto Rahardjo, ini yang disebut sebagai “hukum progresif”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika hukum terlepas dari norma-norma keadilan, maka hukum tersebut adalah hukum yang tidak adil. Penekanan ini berbeda dengan hukum positif yang menilai keadilan berdasar pada hukum itu sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun masih menjadi perdebatan apakah masyarakat umum pasti merujuk pada hukum progresif atau tidak, yang jelas, perbedaan persepsi hukum ini dapat kita gunakan untuk menjawab, mengapa tuntutan mundur terhadap Ari Kuncoro tetap terjadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Singkatnya, tidak hanya terjadi pengangkatan yang tidak sah sebagai Wakomut BRI, revisi Statuta UI di tengah hangatnya polemik ini semakin mempertebal sentimen publik bahwa terjadi ketidakadilan. Tidak hanya masyarakat umum, pakar hukum tata negara Bivitri Susanti juga menyinggung soal ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Secara etik dia sudah tidak pantas menjadi Rektor yang harusnya menjunjung tinggi etika akademik. Harusnya dia paham sendiri lah alias tahu diri, kalau masih punya etik sebagai pagar hidupnya,” begitu ungkapnya pada 22 Juli.</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/Infografis 2020/infografis Rektor UI Mundur.jpg" alt=""/></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Hukum sebagai Alat</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Pada 20 Juli, Bivitri juga memberikan kritik keras atas revisi Statuta UI. Menurutnya, revisi itu menggambarkan politik hukum di Indonesia belakangan ini, yaitu “peraturan dibuat untuk melegitimasi apa yang diinginkan pembuat aturan sendiri.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terkait kritik tersebut, sangat penting untuk membaca buku Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Moh. Mahfud MD yang berjudul <em>Politik Hukum di Indonesia</em>. Menurut Mahfud, dalam relasinya dengan politik, hukum sering kali menjadi pelayan atau berposisi subordinat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengutip Sunaryati Hartono dalam bukunya <em>Politik Hukum Menuju Satu Sistem Hukum Nasional</em>, Mahfud menulis frasa bahwa “hukum sebagai alat”. Konteks frasa ini adalah kebutuhan negara untuk mencapai cita-cita atau tujuan nasional, seperti pembangunan, yang memang menggunakan hukum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di titik ini, frasa hukum sebagai alat berada pada pengertian positif, atau setidaknya netral. Namun, bagaimana jika hukum digunakan untuk melegitimasi kehendak penguasa?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada pengesahan Undang-undang (UU) Cipta Lapangan Kerja, misalnya, besarnya gelombang penolakan seolah tidak menjadi pertimbangan untuk menunda atau membatalkan pengesahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu ada pula pengesahan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2020 (Perppu Corona) yang disahkan menjadi UU pada Mei 2020. Produk hukum ini dinilai kontroversial karena Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dan lembaga lainnya tidak dapat dituntut, baik perdata maupun pidana, apabila kebijakan yang dilakukan berbuah kerugian negara. Ini terjadi karena program pemulihan ekonomi nasional dipahami sebagai upaya menyelamatkan perekonomian dari krisis dan bukan merupakan kerugian negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pakar hukum tata negara Prof. M. Fauzan juga memberikan catatan kritis atas pengesahan UU tersebut. Menurutnya, mudahnya pengesahan Perppu menjadi UU dapat menjadi indikasi melemahnya fungsi DPR sebagai pengawas kebijakan pemerintah atau eksekutif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prof. Fauzan bahkan memberikan bayangan terburuk dengan menyebutkan, “pada akhirnya DPR hanya akan sebagai alat legitimasi setiap tindakan dan keinginan Presiden”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika benar demikian, ini kontras dengan penegasan Charles O. Jones dalam bukunya <em>The Presidency in a Separated System</em> yang menyebutkan persetujuan merupakan <em>ultimate authority</em> dari lembaga legislatif yang tidak bisa dikurangi oleh pengaruh presiden.&nbsp;&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga: </strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/ari-kuncoro-penting-untuk-jokowi"><strong>Ari Kuncoro Penting untuk Jokowi?</strong></a></p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Well</em>, pada akhirnya kita dapat memahami mengapa tuntutan agar Ari Kuncoro mundur dari jabatannya sebagai Rektor UI terus menggema. Seperti pernyataan Jegalus di awal tulisan, hukum itu bagian dari manusia (masyarakat), bukan negara. <em>Ius quia iustum</em>, hukum karena adil. (R53)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Mengapa Ribut Jokowi The King of Lip Service?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/TDhZFOkcSSo?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/1627370988_5f019b5a472c9-rektor-universitas-indonesia-ari-kuncoro-665-374jpg.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ari Kuncoro Penting untuk Jokowi?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/ari-kuncoro-penting-untuk-jokowi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A72]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Jul 2021 08:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Ari Kuncoro]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor UI]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=85408</guid>

					<description><![CDATA[Presiden Jokowi menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 75 Tahun 2021 tentang Statuta Universitas Indonesia (UI). Aturan ini kontroversial karena membuat Rektor UI Ari Kuncoro dapat merangkap jabatan sebagai komisaris. Apakah itu menunjukkan Ari Kuncoro penting bagi pemerintahan Jokowi? PinterPolitik.com Belum habis rasa penasaran publik soal pelanggaran rangkap jabatan yang dilakukan Rektor Universitas Indonesia (UI), masyarakat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Presiden Jokowi menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 75 Tahun 2021 tentang Statuta Universitas Indonesia (UI). Aturan ini kontroversial karena membuat Rektor UI Ari Kuncoro dapat merangkap jabatan sebagai komisaris. Apakah itu menunjukkan Ari Kuncoro penting bagi pemerintahan Jokowi?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide" />



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/a">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Belum habis rasa penasaran publik soal pelanggaran rangkap jabatan yang dilakukan Rektor Universitas Indonesia (UI), masyarakat kembali dikejutkan dengan hadirnya peraturan baru yang menghapus pasal pelanggaran Rektor UI sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari segi kacamata umum hal ini tentu sangat janggal. Bagaimana bisa jika yang keliru perilaku pejabatnya, justru aturannya yang diubah supaya pejabat tersebut bisa menyesuaikan. &nbsp;Kira-kira seperti itulah gambaran yang ada dalam masyarakat terkait polemik kasus ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut pakar hukum tata negara Bivitri Susanti, hal ini semakin menunjukkan bahwa belakangan ini peraturan hukum di Indonesia cenderung dibuat hanya untuk melegitimasi keinginan pemangku kebijakan, tanpa mengedepankan prinsip&nbsp;<em>good governance</em>&nbsp;hingga etika.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang kita ketahui, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 75 Tahun 2021 tentang Statuta UI yang baru ditandatangani oleh Presiden pada 2 Juli 2021, kemudian diundangkan oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) di hari yang sama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika kita tarik ke belakang, ini hanya berselang beberapa hari dari meledaknya pembicaraan di masyarakat mengenai terbongkarnya fakta bahwa Rektor UI merangkap jabatan sebagai Wakil Komisaris Utama (Wakomut) yang merangkap Komisaris Independen di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI sejak Februari 2020.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Maka wajar jika asumsi yang berkembang di masyarakat adalah Statuta UI sengaja dirubah oleh Presiden demi menyelamatkan karier Rektor UI. Lalu, jika anggapan itu benar kemudian muncul pertanyaan, seberapa pentingkah posisi Rektor UI di mata Presiden?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Rekam Jejak Ari Kuncoro</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Ari Kuncoro terpilih sebagai Rektor UI periode 2019-2024 melalui hasil pemungutan suara (<em>voting</em>) oleh Majelis Wali Amanat (MWA) UI pada Rabu, 25 September 2019 silam. Pada pemilihan itu, di tahap tiga besar pemilihan Rektor UI, Ia berhasil menyingkirkan dua kandidat kuat lainnya, yaitu Prof. Abd Haris dan Prof. Budi Wiweko.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekilas jika dilihat memang sulit menemukan kronologi kedekatan antara Ari Kuncoro dan Presiden secara langsung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Akan tetapi indikator kedekatan yang minim ini tidak otomatis melegitimasi bahwa tidak ada hubungan yang intens antara kedua aktor tersebut. Mengingat dalam politik hubungan timbal balik antar kedua aktor bisa saja terjadi di balik layar.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/the-king-of-lip-service-apa-salahnya">The King of Lip Service, Apa Salahnya?</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Terkait hal ini temuan menarik datang dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang memaparkan fakta bahwa Ari Kuncoro merupakan salah aktor penting untuk memuluskan&nbsp;<em>Omnibus Law</em>&nbsp;Undang-undang Cipta Kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Temuan YLBHI memaparkan fakta bahwa Ari Kuncoro merupakan salah satu Satuan Tugas (Satgas)&nbsp;<em>Omnibus Law</em>&nbsp;UU Cipta Kerja. Bahkan peran Ari di sini bisa dibilang cukup sentral, yaitu untuk mengendalikan diskusi undang-undang tersebut di lingkungan UI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, apa yang dilakukan Presiden Jokowi terhadap Ari Kuncoro patut diduga merupakan politik balas budi atas jasa Ari Kuncoro dalam memuluskan UU&nbsp;<em>Omnibus Law</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, istri Ari Kuncoro, Lana Soelistianingsih juga mendapat sorotan. Lana sendiri diketahui saat ini menjabat sebagai Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lana diketahui merupakan salah satu pendukung Jokowi saat akan maju dalam kontestasi Pilpres 2014 lalu. Lana yang saat itu masih menjadi kepala ekonom di salah satu perusahaan reksadana merupakan orang yang mencetuskan narasi bahwa jika Jokowi menjadi Presiden rupiah akan tembus 10 ribu.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Relasi Universitas dengan Kekuasaan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sudut pandang lain yang bisa dilihat dari polemik ini adalah terkait relasi kekuasaan antara universitas dan pemerintah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kajian Michel Foucault tentang “relasi kekuasaan” bisa membantu untuk menganalisis hubungan kampus dan politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Foucault, kekuasaan politik pada dasarnya tidak melembaga hanya pada satu muka (seperti lembaga pemerintahan atau partai politik), tetapi menyebar melalui relasi-relasi yang bersifat diskursif dan abstrak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan demikian, politik tidak dimaknai hanya pada bagaimana lembaga-lembaga kekuasaan bekerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Politik sejatinya harus dilihat pada bagaimana kekuasaan itu diartikulasikan dan dinarasikan, sehingga membentuk relasi-relasi yang saling berhubungan. Hal ini membutuhkan telaah mengenai ”politik” yang luas dan interdisipliner.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi penguasa di beberapa negara, keberadaan universitas dinilai sangat penting khususnya dalam konteks politik kekuasaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Universitas dengan segenap civitas akademiknya dianggap mempunyai&nbsp;<em>powe</em>r besar yang dapat mempengaruhi jalannya kekuasaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di Tiongkok, misalnya, peran dari Tsinghua University bisa dibilang sangat sentral dalam perjalanan kekuasaan dari tiap pemimpin negeri Tirai Bambu. &nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tsinghua diketahui menerapkan&nbsp;<em>System Political Counsellors&nbsp;</em>di mana sistem ini membangun kekuatan berjejaring berdasarkan hubungan patron-klien antara universitas dan beberapa alumni yang mempunyai jabatan penting di pemerintahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hubungan patron-klien yang terjadi antara universitas dan pemerintah ini memudahkan pihak penguasa untuk “mengondisikan” kampus tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href="https://www.pinterpolitik.com/celoteh/cerminan-zlatan-di-rektor-ui">Cerminan Zlatan di Rektor UI?</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Tsinghua juga digunakan pemerintah untuk menanamkan sosialisme kepada calon pemimpin mereka. Salah satu bentuk propaganda pemerintah Tiongkok adalah memberikan mata kuliah khusus bagi mahasiswa Tsinghua, yaitu “Xi&nbsp;<em>Thought</em>”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mata kuliah tersebut secara umum membahas tentang karakteristik kepemimpinan dan kebijakan sosialisme yang dirancang oleh Xi Jinping.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemberian mata kuliah ini disebut krusial untuk mendukung kepemimpinan partai komunis dan pemerintahan Tiongkok yang sedang berjalan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks Indonesia, sistem hubungan patron-klien antara pemerintah dan universitas memang tidak secara terang-terangan terjadi seperti di Tiongkok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di Indonesia, pemerintah cenderung mempunyai pendekatan yang berbeda dan cenderung lebih “smooth” dalam menjalin hubungan politik dengan kampus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam pemilihan rektor, misalnya, berdasarkan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) Nomor 19 Tahun 2017 dan Nomor 21 Tahun 2018, pemerintah melalui Menristekdikti (saat ini Mendikbud-Ristek) mempunyai presentase tertinggi dalam penentuan Rektor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam sistem seperti ini jelas ada proses politik yang sulit bisa terhindarkan. Selain rawan dengan konflik kepentingan, dengan sistem ini pemerintah mempunyai peluang besar untuk menentukan dan menempatkan orang kepercayaannya di posisi Rektor.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks ini tak sulit untuk menemukan relasi kekuasaan antara Universitas Indonesia dengan pemerintahan era Presiden Jokowi.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>UI dan Jokowi</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Temuan dari&nbsp;<strong><a href="https://megapolitan.kompas.com/read/2021/06/30/07252411/8-pejabat-teras-ui-di-lingkaran-kekuasaan-jokowi-siapa-saja-mereka?page=all">Kompas</a></strong>&nbsp;menyebut beberapa pejabat teras UI seperti Rektor dan sejumlah anggota Majelis Wali Amanat (MWA) diketahui masih dalam lingkaran kekuasaan Presiden Jokowi. &nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">MWA sendiri adalah satu dari empat organ UI, di samping Rektor, Senat Akademik, dan Dewan Guru Besar yang memiliki tugas dan kewenangan sentral dalam perjalanan UI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang diketahui, MWA mempunyai kewenangan untuk mengangkat, menilai kinerja, dan memberhentikan Rektor, serta menetapkan kebijakan umum dan rencana UI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa nama anggota MWA UI yang diketahui masuk dalam lingkaran kekuasaan Presiden Jokowi adalah Erick Thohir (Menteri BUMN), Saleh Husin (Koordinator Tim Ahli Wapres RI), Sri Mulyani (Menteri Keuangan), Jonathan Tahir (Penasihat Kepala Kantor Staf Presiden), Bambang Brodjonegoro (eks Menristek), serta Ari Kuncoro sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sini relasi kekuasaan antara Universitas Indonesia dan pemerintah pusat sedikit banyak menemui titik terang. Pemerintah sejak awal diduga telah mempersiapkan beberapa orang kepercayaannya dalam jajaran pejabat teras UI.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/pakta-integritas-ui-kerangkeng-kekinian-1">Pakta Integritas UI, “Kerangkeng” Kekinian?</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Lewat MWA, misalnya, dengan keberadaan beberapa anggota yang masih dalam lingkaran kekuasaan, ini dinilai akan membuat pemerintah lebih leluasa dalam “mengondisikan” kebijakan kampus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika merujuk pada temuan YLBHI, salah-satu pengondisian tersebut demi kelancaran perumusan RUU&nbsp;<em>Ominbus Law</em>. Di mana salah satu proses dalam perumusan RUU adalah adanya kajian akademis. Pemerintah sendiri saat itu mengklaim bahwa RUU ini telah melewati proses kajian akademik di beberapa kampus, salah satunya UI.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sheila Jasanoff, ilmuwan pengkaji sains, teknologi dan masyarakat, dalam banyak literatur menggunakan istilah&nbsp;<em>civic epistemology</em>&nbsp;untuk menggambarkan ada-tidaknya sebuah nalar publik yang terbentuk dari tabiat negara dalam menggunakan sains untuk mengambil keputusan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Antropolog Fajri Siregar dalam tulisannya memaparkan contoh konkret&nbsp;<em>civic epistemology</em>&nbsp;yang terdapat di masyarakat Indonesia, yaitu persepsi yang terbentuk akibat prioritas negara dalam mendengarkan pendapat pelaku ekonomi ketimbang komunitas ilmiah, terutama pakar kesehatan publik dalam penanganan Covid-19.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, terlepas dari benar-tidaknya relasi tersebut, yang jelas Ari Kuncoro telah menunjukkan langkah baik dengan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakomut Bank BRI. (A72)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Mengapa Ribut Jokowi The King of Lip Service?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/TDhZFOkcSSo?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/1627202892_3390517317jpg.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Cerminan Zlatan di Rektor UI?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/cerminan-zlatan-di-rektor-ui/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2021 13:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Ari Kuncoro]]></category>
		<category><![CDATA[Komisaris BRI]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor UI]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=99577</guid>

					<description><![CDATA[Rektor UI Prof. Ari Kuncoro akhirnya mundur dari Dewan Komisaris BRI setelah polemik rangkap jabatan dan perubahan Statuta UI. Apa ini semacam cerminan Zlatan di Rektor UI?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Setelah menimbulkan polemik di masyarakat, Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro yang sebelumnya merangkap menjadi Wakil Komisaris Utama (Wakomut) BRI akhirnya memundurkan diri dari posisinya di badan usaha milik negara (BUMN) tersebut.</strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Bagi kalian yang menggemari dunia sepak bola, nama satu pemain super ini mungkin bukanlah nama yang asing lagi.&nbsp;<em>Yup</em>, nama beliau adalah Zlatan Ibrahimović. Pemain sepak bola yang kini bermain untuk tim AC Milan ini selalu mampu menyita perhatian para penggemar sepak bola.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Gimana nggak</em>? Zlatan ini dianggap sebagai salah satu pemain sepak bola terbaik, khususnya di antara para&nbsp;<em>strikers</em>. Sepanjang kariernya, Zlatan juga sudah mendapatkan 31 piala&nbsp;<em>lho</em>.&nbsp;<em>Wih wih</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sampai-sampai&nbsp;<em>tuh</em>, ada meme-meme unik yang tersebar di internet dan media sosial (medsos). Soal piala yang dimenangkan oleh timnya, misalnya, Zlatan disebut tidak butuh gelarnya. Malahan, justru gelarnya yang butuh sosok Zlatan.&nbsp;<em>Haha</em>, ada-ada&nbsp;<em>aja</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nggak</em>&nbsp;hanya soal gelar, ada juga meme yang membahas soal Covid-19 juga&nbsp;<em>lho</em>. Katanya, kalau Covid-19&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;datang ke Zlatan, justru Zlatan lah yang akan datang pada Covid-19.&nbsp;<em>Widih</em>, berani&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;virusnya menghadapi Zlatan?&nbsp;<em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin&nbsp;<em>nih</em>, sosok Zlatan ini semacam raja&nbsp;<em>striker</em>&nbsp;dalam dunia sepak bola untuk saat ini kali ya? Selama 23 tahun terusmenerus, Zlatan pun masih terus mencetakkan gol.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Uniknya, ada satu tokoh yang mirip Zlatan&nbsp;<em>nih</em>&nbsp;di Indonesia. Beliau adalah Prof. Ari Kuncoro yang kini menjabat sebagai Rektor Universitas Indonesia (UI).&nbsp;<em>Nah</em>, Pak Ari ini sebelumnya sempat juga menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama (Wakomut) BRI.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/the-king-of-lip-service-apa-salahnya">The King of Lip Service, Apa Salahnya?</a></strong></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/p/CRlcjKYhOCu/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/Infografis%20K12%202020/Rektor-UI-Aman.jpg" alt="Rektor UI Aman"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Pak Ari ini kemarin sempat disorot&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;karena dianggap melanggar Statuta UI dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 Tahun 2013. Katanya, rektor UI dilarang merangkap jabatan sebagai pejabat di perusahaan mana pun, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN).</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Gimana nggak&nbsp;</em>disorot&nbsp;<em>tuh</em>? Polemik makin mencuat dengan adanya perubahan terhadap PP tersebut. Melalui PP No. 75 Tahun 2021, kata “pejabat” pun diubah menjadi “direksi”.&nbsp;<em>Wah</em>, belum tau amarah&nbsp;<em>netizen</em>&nbsp;<em>nih</em>&nbsp;Pak Ari?&nbsp;<em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mendengar kabar tersebut, langsung&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;para warganet membuahkan meme-meme ala Zlatan. Misalnya, ada yang bilang kalau Rektor UI salah menyanyikan lirik lagu, pemilik lagu yang mengganti liriknya. Ada juga yang bilang kalau&nbsp;<em>nerobos&nbsp;</em>lampu merah, aturan lampu merah bakal diganti sebagai tanda boleh jalan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, ada-ada&nbsp;<em>aja</em>&nbsp;<em>nih</em>&nbsp;para&nbsp;<em>netizen</em>. Mungkin&nbsp;<em>nih</em>, Pak Ari ini semacam “raja” juga&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;di dunianya sendiri. Kan, seorang raja bisa bertindak semaunya. Kalau&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;percaya, coba&nbsp;<em>aja tuh</em>&nbsp;tanya si Zlatan,&nbsp;<em>the King of Milan</em>.&nbsp;<em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, terlepas dari meme-meme ala Zlatan itu, Pak Ari ternyata mendengarkan&nbsp;<em>kok</em>&nbsp;amarah para&nbsp;<em>netizen</em>. Buktinya, Pak Ari akhirnya mundur&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;dari posisi Wakomut BRI.&nbsp;<em>Hmm</em>, apakah ini pertanda Pak Ari&nbsp;<em>udah</em>&nbsp;mau turun “takhta”?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, bagus&nbsp;<em>sih</em>&nbsp;kalau akhirnya mendengarkan suara para&nbsp;<em>netizen</em>. Tinggal&nbsp;<em>beresin</em>&nbsp;citranya&nbsp;<em>aja</em>&nbsp;sebagai orang pendidikan yang pernah dianggap berupaya merangkap jabatan. Apalagi&nbsp;<em>nih</em>, sejumlah politikus seperti Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra Fadli Zon&nbsp;<em>udah</em>&nbsp;minta Pak Ari mundur&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;karena sudah langgar prinsip-prinsip akademika UI. Hmm,&nbsp;<em>gimana&nbsp;</em><em>tuh</em>, Pak Rektor?&nbsp;<em>Hehe</em>. (A43)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href="https://www.pinterpolitik.com/celoteh/lomba-gelar-untuk-jokowi">Lomba Gelar untuk Jokowi?</a></strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-embed-handler wp-block-embed-embed-handler wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="TDhZFOkcSSo"><iframe title="Mengapa Ribut Jokowi The King of Lip Service?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/TDhZFOkcSSo?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.youtube.com/c/PinterPolitik/featured"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/ytb%20membership-03.jpg" alt=""/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://linktr.ee/PinterPublishing"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/2021/3/ebook-promo-web-banner.jpg" alt=""/></a></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Cerminan-Zlatan-di-Rektor-UI-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Rektor UI Mundur</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/rektor-ui-mundur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R55]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2021 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Ari Kuncoro]]></category>
		<category><![CDATA[Fadli Zon]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=98667</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="922" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Rektor-UI-Mundur-922x1024.jpg" alt="" class="wp-image-98653" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Rektor-UI-Mundur-922x1024.jpg 922w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Rektor-UI-Mundur-270x300.jpg 270w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Rektor-UI-Mundur-135x150.jpg 135w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Rektor-UI-Mundur-768x853.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Rektor-UI-Mundur-696x773.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Rektor-UI-Mundur-1068x1187.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Rektor-UI-Mundur-378x420.jpg 378w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Rektor-UI-Mundur.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 922px) 100vw, 922px" /></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Rektor-UI-Mundur-922x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Rektor UI Aman</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/rektor-ui-aman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2021 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Ari Kuncoro]]></category>
		<category><![CDATA[RANGKAP JABATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=86790</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Rektor-UI-Aman-819x1024.jpg" alt="" class="wp-image-86777" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Rektor-UI-Aman-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Rektor-UI-Aman-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Rektor-UI-Aman-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Rektor-UI-Aman-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Rektor-UI-Aman-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Rektor-UI-Aman-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Rektor-UI-Aman-336x420.jpg 336w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Rektor-UI-Aman.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /><figcaption>Statuta direvisi pemerintah, Rektor UI boleh rangkap jabatan</figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Rektor-UI-Aman-819x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Erick Perlu Buka Bimbel Komisaris?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/erick-perlu-buka-bimbel-komisaris/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Jul 2021 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Ahok]]></category>
		<category><![CDATA[Ari Kuncoro]]></category>
		<category><![CDATA[BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[Erick Thohir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=102869</guid>

					<description><![CDATA[Erick Thohir (tengah) selaku Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 berfoto bersama anggota-anggota JKT48 yang tampil membawakan lagu sekaligus menjadi pembawa acara dalam sejumlah kegiatan Asian Games 2018. (Foto: Istimewa)]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Andre Rosiade meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk membuat Komisaris Utama (Komut) Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok ikut kursus khusus untuk komisaris BUMN. Apa Erick perlu buka lembaga bimbingan belajar (bimbel) khusus komisaris sekalian?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Beberapa waktu lalu, kawan-kawan kita yang baru lulus dari pendidikan tingkat menengah atas (SMA) baru saja melalui sebuah pengumuman yang penting dalam hidupnya, yakni pengumuman hasil Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).&nbsp;<em>Nah</em>, buat yang lolos,&nbsp;<em>mimin</em>&nbsp;<em>ucapin</em>&nbsp;selamat ya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Buat yang masih belum,&nbsp;<em>mimin</em>&nbsp;berharap kalian tetap semangat,&nbsp;<em>gengs</em>. Ingat, kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Tuhan punya rencana terbaik buat kalian semua ya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Mimin</em>&nbsp;tahu&nbsp;<em>kok</em>&nbsp;rasanya&nbsp;<em>gimana</em>&nbsp;berjuang untuk lolos seleksi perguruan tinggi negeri (PTN). Dulu, kan,&nbsp;<em>mimin</em>&nbsp;juga melalui&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;berbagai tes yang menyaring para lulusan SMA untuk mengenyam pendidikan tinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, kalau diingat-ingat lagi ya,&nbsp;<em>mimin</em>&nbsp;dulu juga&nbsp;<em>capek</em>&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;harus belajar tiap hari. Bahkan,&nbsp;<em>mimin</em>&nbsp;ikut kursus di sebuah lembaga bimbingan belajar (bimbel) supaya ilmu-ilmu pelajaran kala SMA lebih mudah dicerna. Kan, banyak&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;lembaga-lembaga bimbel yang menyiapkan para siswa-siswi untuk masuk PTN – mulai dari Ganesha Operation (GO), Sony Sugema College (SSC), Primagama, Neutron, dan sebagainya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebenarnya, mengikuti kegiatan bimbel ini bukan hanya ketika kita mau melanjutkan ke pendidikan tinggi&nbsp;<em>sih</em>. Banyak lembaga kursus yang juga menyediakan&nbsp;<em>tutoring</em>&nbsp;untuk sejumlah kemampuan. Kursus bahasa Inggris, misalnya, terkadang dibutuhkan untuk meningkatkan kualifikasi berbahasa Inggris kita.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em>, kursus untuk meningkatkan kemampuan seperti ini juga berlaku&nbsp;<em>lho&nbsp;</em>bagi para pejabat, khususnya mereka yang menjabat di badan usaha milik negara/daerah (BUMN/D).&nbsp;<em>Gimana nggak</em>? Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Andre Rosiade beberapa waktu lalu membuat permintaan kepada Menteri BUMN Erick Thohir untuk mengikutsertakan Komisaris Utama (Komut) Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok dalam sebuah kursus khusus para pejabat BUMN.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/ivermectin-kebijakan-buru-buru-erick">Ivermectin, Kebijakan Buru-Buru Erick?</a></strong></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/Infografis%202020/infografis%20Oleh-oleh%20Luhut-Erick.jpg" alt="Oleh-oleh Luhut Erick"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Katanya&nbsp;<em>sih</em>, kursus itu perlu dilakukan agar Pak Ahok ini lebih mengenal etika sebagai komisaris sehingga tidak serta merta langsung membuka urusan internal perusahaan ke publik.&nbsp;<em>Hmm</em>, kan, publik juga haus akan bahan&nbsp;<em>omongan</em>, Pak Andre. Apalagi soal Pak Ahok, pasti ramai&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;dibahas di masyarakat.&nbsp;<em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, mungkin&nbsp;<em>nih</em>, agar tidak kejadian terus-menerus, Pak Erick perlu&nbsp;<em>nih</em>&nbsp;sekalian mengadakan sebuah bimbel atau kursus untuk para calon komisaris dan pimpinan BUMN. Selain untuk meningkatkan kemampuan memimpin dalam perusahaan, barang kali, bimbel itu juga bisa menyaring siapa-siapa yang cocok jadi pimpinan BUMN.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin, bisa&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;pakai sistem&nbsp;<em>passing grade</em>&nbsp;sekalian. Kalau&nbsp;<em>udah gitu</em>, kan jadi terukur&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;kemampuan dan kapabilitas individu dalam memimpin di perusahaan BUMN.&nbsp;<em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Biasanya&nbsp;<em>tuh</em>, tiap lembaga bimbel punya jurus atau metode rahasia&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;agar siswa dan siswi bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan ujian dengan cepat. Apa juga perlu&nbsp;<em>nih</em>&nbsp;Pak Erick bikin metode rahasia buat para pimpinan BUMN ini?&nbsp;<em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, kalau soal mengurusi BUMN,&nbsp;<em>mimin</em>&nbsp;rasa&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;harus cepat-cepat&nbsp;<em>deh</em>. Yang penting, peraturan yang berlaku&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;dilanggar dan&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;diterobos. Akuntabilitas pun bisa terjaga. Kan, bahaya nanti kalau misalnya pintar,&nbsp;<em>eh</em>,&nbsp;<em>tapi</em>&nbsp;malah&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;akuntabel.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jangan sampai lah ada pimpinan BUMN yang ternyata merangkap di tempat lain – padahal peraturan yang ada malah melarang. Soalnya&nbsp;<em>nih</em>,&nbsp;<em>mimin</em>&nbsp;dengar ada&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;wakil komisaris di salah satu bank BUMN yang ternyata merangkap menjadi rektor di salah satu universitas ternama di Indonesia.<em>&nbsp;Hayoo</em>, apa yang macam&nbsp;<em>gini&nbsp;</em>ini&nbsp;<em>nih</em>&nbsp;yang perlu ikut kursus dari Pak Erick lagi?&nbsp;<em>Hmm</em>. (A43)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href="https://www.pinterpolitik.com/celoteh/siapa-teman-erick-thohir">Siapa “Teman” Erick Thohir?</a></strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-embed-handler wp-block-embed-embed-handler wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="zdSVffCfRXU"><iframe loading="lazy" title="Sejarah Soekarno Part 1: Poliglot Yang Dibenci Belanda" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/zdSVffCfRXU?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.youtube.com/c/PinterPolitik/featured"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/ytb%20membership-03.jpg" alt=""/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://linktr.ee/PinterPublishing"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/2021/3/ebook-promo-web-banner.jpg" alt=""/></a></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Erick-Perlu-Buka-Bimbel-Komisaris-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menyoal Rektor Rangkap Komisaris BUMN</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/menyoal-rektor-rangkap-komisaris-bumn/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jun 2021 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Ari Kuncoro]]></category>
		<category><![CDATA[RANGKAP JABATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=87258</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="855" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Menyoal-Rektor-Rangkap-Komisaris-BUMN-855x1024.jpg" alt="" class="wp-image-87246" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Menyoal-Rektor-Rangkap-Komisaris-BUMN-855x1024.jpg 855w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Menyoal-Rektor-Rangkap-Komisaris-BUMN-251x300.jpg 251w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Menyoal-Rektor-Rangkap-Komisaris-BUMN-125x150.jpg 125w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Menyoal-Rektor-Rangkap-Komisaris-BUMN-768x919.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Menyoal-Rektor-Rangkap-Komisaris-BUMN-696x833.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Menyoal-Rektor-Rangkap-Komisaris-BUMN-1068x1279.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Menyoal-Rektor-Rangkap-Komisaris-BUMN-351x420.jpg 351w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Menyoal-Rektor-Rangkap-Komisaris-BUMN.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 855px) 100vw, 855px" /><figcaption>Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro disorot karena rangkap jabatan</figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Menyoal-Rektor-Rangkap-Komisaris-BUMN-855x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
