HomePinPol TVYenny Kepincut Jokowi

Yenny Kepincut Jokowi

Kecil Besar

#Trending Article

Sejarah PKS

Pada zaman Rasulullah, masjid bukan hanya digunakan untuk beribadah. Melainkan juga menjadi pusat budaya dan ilmu pengetahuan. Sama dengan di zaman Rasulullah, masjid-masjid di Indonesia...

Politik, Arsitektur dan Ibu Kota Baru | One Step Closer with Ridwan Kamil (Episode #1)

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjadi salah satu tokoh politik nasional yang paling banyak dipergunjingkan.

Kok Prabowo Berani Bikin Kabinet Gemuk? Ini Alasan Sebenarnya!

https://youtu.be/TLEJsFFQLQ0 Pinterpolitik.com - Prabowo Subianto memilih strategi kabinet gemuk untuk pemerintahannya. Apa alasan sebenarnya di balik keputusan ini? Simak ulasan lengkapnya tentang efisiensi, stabilitas politik,...

Patrialis Akbar vs KPK

https://youtu.be/Q-brQHZ3mTI pinterpolitik.com – Setelah menjalani pemeriksaan, akhirnya Patrialis Akbar resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sejarah Johannes Leimena: Pendeta Bung Karno Penggagas Puskesmas

https://youtu.be/qenKD_O-RJw Johannes Leimena. Pria yang akrab disapa Om Jo ini memang menjadi salah satu tokoh di pemerintahan awal-awal kemerdekaan Indonesia.Kiprahnya memang tak terlihat menonjol, namun...

Chaos Haunts Trump-to-Biden Transition: US Politics are Doomed? | Interview with Joshua Kurlantzick

https://youtu.be/GecSo0PCFqA Our long time foreign contributor who is also a Senior Fellow at the Council on Foreign Relations (CFR) -- Joshua Kurlantzick -- decides to...

More Stories

Sejarah PKS

Pada zaman Rasulullah, masjid bukan hanya digunakan untuk beribadah. Melainkan juga menjadi pusat budaya dan ilmu pengetahuan. Sama dengan di zaman Rasulullah, masjid-masjid di Indonesia...

Kampus Mirip-mirip Orba?

Organisasi kemahasiswaan atau organisasi ekstra kampus barangkali bisa berbangga diri sebab pemerintah melalui Permenristekdikti telah memperbolehkan mereka beraktifitas kembali di lingkungan internal kampus. Alasan...

Karya Fiksi Dalam Panggung Politik

Kenapa karya fiksi digunakan untuk pidato politik?