HomePinPol TVKampus Mirip-mirip Orba?

Kampus Mirip-mirip Orba?

Kecil Besar

Organisasi kemahasiswaan atau organisasi ekstra kampus barangkali bisa berbangga diri sebab pemerintah melalui Permenristekdikti telah memperbolehkan mereka beraktifitas kembali di lingkungan internal kampus. Alasan pemerintah mengeluarkan peraturan ini karena intoleransi dan paham radikal semakin berkembang di dunia kampus. Apalagi survei Alvara Research Center mengafirmasi pernyataan tersebut. (insert grafik presentase Alvara) (sebesar 25,3 persen mahasiswa menyetujui adanya negara Islam, 16,9 persen mendukung ideologi Islam, 29,5 persen tidak mendukung pemimpin non Islam, dan sekitar 2,5 persen berpotensi radikal.)

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme turut mencium indikasi tersebut. Mereka mengatakan ada trend pertumbuhan paham radikal di tujuh perguruan tinggi besar di Indonesia. Kondisi ini dinilai mengkhawatirkan sebab secara kolektif kita sudah menyepakati bahwa Pancasila adalah ideologi dasar bagi bangsa dan negara.

#Trending Article

Kontroversi SpongeBob Squarepants: dari Isu Buruh hingga LGBTQ+

Tidak sedikit dari kita pasti nonton tuh berbagai aksi lucu SpongeBob, Patrick, Squidward, dan kawan-kawannya. Kartun yang biasa ditonton oleh anak-anak belia ini ternyata banyak menimbulkan kontroversi juga loh.

Layakkah Soeharto jadi Pahlawan Nasional?

Soeharto. Nama yang pasti akan sering kita jumpai di buku-buku pelajaran sejarah Indonesia. Rezim Orde Baru yang dipimpinnya dengan berbagai kontroversi dan kerasnya dijalankan...

Antifa, Penunggang Kerusuhan Amerika Serikat?

https://youtu.be/gN2JZIHwQNY Tewasnya George Floyd ditangan polisi kulit putih bernama Derek Chauvin memicu demonstrasi, kerusuhan, dan penjarahan dahsyat di berbagai Kota di AS. Presiden Trump menuding...

Ini Yang Terjadi Jika Jepang dan Jerman Menang Perang Dunia II

Jepang dan Jerman merupakan dua kekuatan dalam Axis Power atau Blok Axis atau Blok Poros, tentu saja bersama Italia. Nama Axis itu sendiri berawal dari istilah yang pertama kali dipakai oleh pemimpin Italia, Benito Mussolini ketika menggambarkan hubungan yang terjalin antara Italia dan Jerman di tahun 1923. Blok ini kemudian muncul sebagai lawan dari Blok Sekutu atau The Allies.

Trotoar adalah haknya pejalan kaki

“Trotoar adalah haknya pejalan kaki, tidak ada satu pun haknya pengendara motor itu bisa berkendara di atas trotoar. Amanahnya diemban oleh kepolisian dan Kementerian...

Pemerintah Retas Aktivis? | Wawancara Live IG Bersama Haris Azhar

https://youtu.be/WBFop6vHgsU Kasus yang menimpa Novel Baswedan dianggap sebagai tamparan keras untuk pemberantasan korupsi di Indonesia. Kasus ini juga mengindikasikan tak adanya perlindungan negara bagi para...

More Stories

Sejarah PKS

Pada zaman Rasulullah, masjid bukan hanya digunakan untuk beribadah. Melainkan juga menjadi pusat budaya dan ilmu pengetahuan. Sama dengan di zaman Rasulullah, masjid-masjid di Indonesia...

Karya Fiksi Dalam Panggung Politik

Kenapa karya fiksi digunakan untuk pidato politik?
Organisasi kemahasiswaan atau organisasi ekstra kampus barangkali bisa berbangga diri sebab pemerintah melalui Permenristekdikti telah memperbolehkan mereka beraktifitas kembali di lingkungan internal kampus. Alasan pemerintah mengeluarkan peraturan ini karena intoleransi dan paham radikal semakin berkembang di dunia kampus. Apalagi survei Alvara Research Center mengafirmasi...Kampus Mirip-mirip Orba?