HomePinPol TVHistoryPertautan Sejarah Philips dan Karl Marx

Pertautan Sejarah Philips dan Karl Marx

Kecil Besar

Pinterpolitik.com – Di tahun 1864, seorang teman lama Karl Marx meninggal dunia. Sang teman ini, memberikan Karl Marx warisan sebesar £820. Jumlah uang tersebut sangat besar di zaman itu. Saya menghitung dengan kalkulator inflasi dan nilainya setara dengan £133 ribu saat ini – kalau dirupiahkan artinya mencapai sekitar Rp2,3 miliar. Marx yang hidupnya rada-rada susah karena bergantung dari karier jurnalis, penulis dan juga sumbangan dari rekan-rekannya, tentu akhirnya mendapatkan duit lebih.

Rumahnya di London dapat perabotan baru, anak-anaknya dibelikan hewan peliharan berupa anjing, kucing dan burung. Marx bersama keluarganya bahkan ngambil liburan 3 minggu di wilayah Ramsgate, Kent – ini wilayah pesisir paling terkenal di Inggris pada abad ke-19.

Walaupun saat liburan itu, si Marx rada-rada ngenes karena dia kena bisul di selangkangan yang bikin dirinya lebih banyak tinggal di penginapan. Anyway, di momen dapat durian runtuh duit warisan ini, Marx menulis sepucuk surat untuk pamannya di Belanda yang adalah seorang pengusaha kaya di daerah Zaltbommel. Ia menyebutkan bahwa dirinya juga spending beberapa dari duit itu di pasar saham.

Yes, Marx main saham, walaupun, kisah ini masih jadi perdebatan karena para sejarawan belum menemukan bukti Marx main saham. Hanya dibuktikan dari kata-kata dia di surat ini. Nah, pertanyaannya, siapa sosok paman Marx yang kaya raya, kerap ngasih duit juga untuk dia, bahkan Marx sering numpang di rumah pamannya itu? Well, namanya adalah Lion Philips, dan yes, ada nama Philips di sana. Faktanya, dia adalah kakek dari Gerard dan Anton Philips – dua orang yang mendirikan Philips Electronics – perusahaan elektronik terkemuka di dunia yang kita kenal dengan slogan “terus terang terang terus”!

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna

#Trending Article

Kenapa MBS Buat Saudi Jadi Moderat?

https://www.youtube.com/watch?v=-9XI4KX9R8U

Partai Nasdem Patut Diwaspadai?

https://youtu.be/P36MHRj7PoA Pada Pemilu 2014 Nasdem sukses meraih 6,72 persen suara. Jumlah itu naik signifikan di Pemilu 2019 dengan 9,05 persen. Nasdem kini sukses jadi partai...

Demi Kebhinekaan FPI atau GP Ansor?

Pernyataan Gubernur Jakarta terpilih Anies Baswedam pada milad FPI ke-19 menjadi buah bibir. Ia menyatakan FPI dapat membantu menjaga kebinekaan NKRI. Padahal selama ini...

Sejarah Orang Yahudi Di Indonesia: Gara-Gara VOC?

Pertalian antara orang-orang keturunan Yahudi punya sejarah yang panjang di republik ini. Konteksnya makin menarik dibahas karena tumpang tindihnya pemahaman antara Keturunan Yahudi, agama...

Sejarah Soekarno dan Pemimpin Kuba: Persahabatan Melawan Imperialisme?

Nama Fidel Castro sangat populer pada tahun 60-an karena selain berhasil melakukan revolusi terhadap rezim militer pemerintahan Kuba.

Layakkah Soeharto jadi Pahlawan Nasional?

Soeharto. Nama yang pasti akan sering kita jumpai di buku-buku pelajaran sejarah Indonesia. Rezim Orde Baru yang dipimpinnya dengan berbagai kontroversi dan kerasnya dijalankan...

More Stories

Terbaik! Pasukan Baret Biru TNI Siap OTW Gaza

https://www.youtube.com/watch?v=PevHeiO9u7o Pinterpolitik.com - Indonesia siap mengerahkan 20.000 putra-putri terbaiknya untuk membantu menjaga perdamaian di Gaza dan di belahan dunia lainnya. Kalimat itu—dengan nada mantap khas...

Netanyahu, Khomeini, and the Era of Hot Peace?

https://www.youtube.com/watch?v=BJwCFaaCh-g Pinterpolitik.com - The world may not be on the brink of World War III. But does that mean we live in peace? Global tensions...

Soeharto dan Era Keemasan Sains Fiksi

https://youtu.be/ayK_2GAVT7I Pinterpolitik.com - Siapa yang tidak kenal dengan sosok Iron Man, pahlawan super dari dunia Marvel yang kini dikenal sebagai founding father-nya dari Marvel Cinematic...