InfografisSemiotika Politik: Misteri Kursi Gibran

Semiotika Politik: Misteri Kursi Gibran

Kecil Besar
semiotika politik misteri kursi gibran
semiotika politik misteri kursi gibran (2)
semiotika politik misteri kursi gibran (3)
semiotika politik misteri kursi gibran (4)

Share pendapat kalian di kolom komentar ya.

Istana memberikan klarifikasi terkait sorotan publik mengenai posisi duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Sidang Kabinet, setelah ia tidak lagi duduk di samping Presiden Prabowo Subianto seperti pada beberapa sidang sebelumnya, melainkan berada di samping Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sejajar dengan para menteri lainnya. Menurut Istana, perubahan posisi tersebut semata-mata disebabkan oleh pertimbangan teknis terkait penempatan teleprompter dan tidak memiliki makna politik. Pemerintah juga membantah spekulasi mengenai retaknya kekompakan kabinet, serta menegaskan bahwa seluruh jajaran pemerintahan tetap solid dalam menjalankan arahan Presiden.

#pinterpolitik #prabowo #gibran #kabinet

Baca juga :  Warisan Jokowi dan Saga Jampidsus Febrie
spot_img

#Trending Article

Di Sini, Harimau Nggak Perlu Sembunyi

Di Tiongkok ada istilah "harimau dan lalat". Artinya, koruptor besar maupun kecil sama-sama harus diburu. Masalahnya, di Indonesia, yang sering tertangkap justru "lalat", sementara...

Sah! Bali Siap Kalahkan Singapura–Dubai

Menjadi seperti Singapura atau Dubai masih jauh sih, tapi kalau nggak dimulai kan nggak bakal nyampe-nyampe. Pemerintah bersama DPR resmi mengesahkan Undang-Undang Pusat Finansial Internasional...

Nongsa Changi Cable, Manuver Apik Telkom

 Di balik lalu lintas data yang makin padat, ada infrastruktur yang jarang terlihat publik, yakni kabel bawah laut. Nongsa Changi Cable (NCC) resmi beroperasi sebagai...

Batu Bara PLN: Misteri yang Terlalu Terang

Kasus dugaan korupsi pengadaan batu bara PLN menyisakan satu pertanyaan penting: kalau proses pengadaan melewati begitu banyak tahapan, siapa yang seharusnya pertama kali tahu...

Anti-Argentinaisme: “Penjahat vs Pembaik” Pildun?

Bagi sebagian orang, kemenangan Spanyol dirayakan bukan cuma soal gelar, tapi sebagai kemenangan kolektif. Pertanyaannya: apakah ini sekadar fase, atau pertanda sepak bola sedang kembali...

Komjen “Legit” The Next Sigit?

Desas-desus yang membuka ruang interpretasi siapa Kapolri selanjutnya. At least sooner or later, Jenderal Sigit akan purna. So, who's next?  #kapolri #komjen #listyosigit #pinterpolitik

Hati-hati Siasat Dramaturgi Keluarga Hotman

Hotman Paris bukan pengacara biasa — ia adalah mesin pembalik opini publik. Klien-kliennya berbicara sendiri: mantan Kapolda Sumatera Barat Teddy Minahasa dalam kasus narkoba;...

Gerbang Digital Telkom untuk Indonesia

Batam segera menjadi gerbang digital Indonesia lewat Nongsa-Changi Cable (NCC)  Diresmikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Wakil PM Singapura Gan Kim Yong, proyek ini merupakan...

More Stories

Di Sini, Harimau Nggak Perlu Sembunyi

Di Tiongkok ada istilah "harimau dan lalat". Artinya, koruptor besar maupun kecil sama-sama harus diburu. Masalahnya, di Indonesia, yang sering tertangkap justru "lalat", sementara...

Sah! Bali Siap Kalahkan Singapura–Dubai

Menjadi seperti Singapura atau Dubai masih jauh sih, tapi kalau nggak dimulai kan nggak bakal nyampe-nyampe. Pemerintah bersama DPR resmi mengesahkan Undang-Undang Pusat Finansial Internasional...

Nongsa Changi Cable, Manuver Apik Telkom

 Di balik lalu lintas data yang makin padat, ada infrastruktur yang jarang terlihat publik, yakni kabel bawah laut. Nongsa Changi Cable (NCC) resmi beroperasi sebagai...