HomeNalar Politik

Nalar Politik

Jedar-Jedor Trio Kancil Politik

Presiden Prabowo menyebut mereka “kancil”. Bukan penguasa bertaring, melainkan elite adaptif penjaga keseimbangan. Muhaimin Iskandar, Sufmi Dasco Ahmad, dan Bahlil Lahadalia mungkin secara tak langsung menunjukkan bahwa politik modern dimenangkan oleh negosiasi, koneksi, dan eksekusi.

Ayu Ting Ting, “Sambalado-isasi” Depok?

Diplomasi Intelijen di Balik Kunjungan FBI?

Haji Her for Her Throne

spot_imgspot_img

Jokowi dan Politik Uang Rp 75 Ribu

Bank Indonesia (BI) menerbitkan uang baru dengan nilai Rp 75 ribu guna memperingati HUT ke-75 Kemerdekaan RI. Namun, adakah makna politik dalam uang baru...

KAMI, Reinkarnasi Kegagalan Petisi 50?

Manuver dan karakteristik intelektual Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) membawa romansa historis tersendiri terkait gerakan serupa yang dengan gagah berani tampil menentang rezim Soeharto,...

Goldman Sachs, Acuan Jokowi Tangani Corona?

Sedari awal kita melihat kebijakan penanganan pandemi Covid-19 pemerintah lebih condong pada persoalan ekonomi. Kendati dikritik oleh berbagai pakar kesehatan, epidemiolog, bahkan ekonom, posisi...

Kehebatan Snowden Ilhami Veronica Koman?

Semakin terkuaknya sisi minor kebijakan pemerintah – baik soal Papua, maupun yang terbaru mengenai polemik LPDP – membuat tindak tanduk aktivis HAM, Veronica Koman...

Anies Terlalu “Sakti” Untuk “Dibusukkan”?

Tudingan sebagai sosok dengan kebijakan intoleran ataupun diskriminatif ditampik dengan tegas oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam sebuah kesempatan belum lama ini. Namun...
spot_img

Latest

Jedar-Jedor Trio Kancil Politik

Utang yang Berbunyi Renminbi

Ayu Ting Ting, “Sambalado-isasi” Depok?

Diplomasi Intelijen di Balik Kunjungan FBI?

Haji Her for Her Throne

More Stories