HomeNalar PolitikCaleg PAN Jual Ginjal

Caleg PAN Jual Ginjal

Kecil Besar

Efek mahalnya jadi wakil rakyat 💸

Seorang calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur asal PAN bernama Erfin Dewi Sudanto bersedia menjual ginjalnya untuk operasional Pemilu 2024. Erfin maju sebagai caleg di Dapil I Bondowoso (Kecamatan Kota, Tenggarang, dan Wonosari).

Erfin mengaku butuh dana sekitar Rp 300 juta untuk biaya kampanye. Ini untuk biaya mencetak alat peraga kampanye (APK) hingga biaya penggalangan suara. Dia mengaku pasrah jika ginjalnya jadi terjual namun pada akhirnya gagal menjadi anggota dewan.

Kalau menurut kalian gimana terkait caleg PAN yang jual ginjal? Berikan pendapatmu yaa 

#calegjualginjal #biayakampanye #pemilu2024 #pinterpolitik #infografis #politikindonesia #beritapolitik

Baca juga :  Transformasi Dudung, Jenderal Kanvas?
spot_imgspot_img

#Trending Article

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Aldi-Saldi: Hakim Mazhab “Dissenters”?

Vonis Nadiem Makarim menghadirkan sorotan pada Andi Saputra, hakim yang berbeda pendapat dari mayoritas. Apakah ia sekadar anomali, atau bagian dari tradisi “Mazhab Dissenters” seperti Saldi Isra?

Menanti Lahirnya Hoegeng Muda di Bhayangkara

Sehari sebelum pemakamannya Februari lalu, keluarga Hoegeng memutar rekaman pesan terakhir istrinya, dan Kapolri menyebutnya wasiat bagi seluruh anggota Polri. Delapan dekade lalu, institusi ini sudah menerima wasiat serupa dari suaminya. Namun, jamak disebut yang bertambah sejak itu cuma jumlah upacaranya. Benarkah demikian?

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

More Stories

Pintu Doraemon Itu Bernama ILUNI UI

Mimin jadi kangen suasana pemilihan ketua ILUNI UI tahun 2025. Bikin tegang dan seru satu Indonesia loh. Selamat Bang Pram jadi Ketua ILUNI yang...

“Lakn*t” 16 Mahasiswa Bejat UI

Yuk! Jangan dinormalisasi yang begini-begini. #pelecehanseksual #universitasindonesia #itb #jaganegeri

RI Cuan! Investasi Gacor Rp479 Triliun

Gacor pol! Semoga bermanfaat untuk kemaslahatan rakyat  #investasi #prabowo #rosanroeslani #jaganegeri