HomeHeadline
Headline
PDIP-Golkar, Drama Minerba Warisan Orba?
Sengkarut satir "bolu ketan" antara kubu PDIP dan Golkar di sektor ESDM tampaknya bukanlah sekadar adu mulut elite biasa. Ini adalah kelanjutan perang klasik dua titan dalam diskursus sumber daya sejak era Orba. Tentang menjadi si paling bersih di industri ekstraktif yang inheren kotor ini, Benarkah demikian?Â
J61 -
Welcome Nuklir Vietnam, Indonesia Kapan?
S13 -
Tonggak bersejarah: 23 Maret 2026, Vietnam dan Rusia menandatangani perjanjian pembangunan PLTN pertama di ASEAN — dua reaktor VVER-1200 Rosatom berkapasitas 2.400 MW di Ninh Thuan. Target operasional: akhir 2031. Langkah ini dipicu krisis energi akibat perang Iran yang membuat harga BBM Vietnam melonjak 50-70 persen. Indonesia kapan?
Wajah yang Dirawat, Ingatan yang Dipilih
Dengarkan artikel ini: Audio dibuat menggunakan AI. Dr. Wim Tangkilisan, S.H., M.Sc.Pemimpin Redaksi PinterPolitik.com KATA PEMRED #8PinterPolitik.com Ada nestapa yang jujur dalam esai Bapak Laksamana Sukardi. Tentang seorang...
Saatnya Bubarkan Garuda?
S13 -
Skytrax turunkan peringkat Garuda Indonesia dari bintang 5 ke 4. Rugi bersih 2025 melonjak 4,5 kali lipat jadi Rp5,4 triliun. Penumpang turun 10,5 persen. Dari ratusan pesawat, hanya 60-an yang bisa terbang. Maka wajar, wacana pembubaran sempat bergulir di DPR tahun lalu. Pertanyaannya: haruskah dilakukan?
Senyum yang Menyimpan Samudra
SBY mengajarkan kepada kita bahwa kepercayaan adalah modal yang paling mahal dalam berpolitik — dan yang paling sulit dibangun kembali setelah dirobohkan. Anies tahu pelajaran itu. Yang belum terjawab adalah apakah ia juga menghormatinya. Kemarin, AHY memilih besar hati. Itu adalah pilihan yang terhormat, dan pilihan yang mencerminkan watak kepemimpinan yang telah SBY tanamkan. Tapi menghormati pilihan AHY tidak berarti kita harus berhenti bertanya. Justru karena kita menghormati kebesaran hati AHY — kita tidak boleh membiarkan pertanyaan-pertanyaan yang sah itu terkubur di bawah senyum yang manis.
MBG-isme dan Visi Besar Ekonomi
S13 -
Program MBG bukan hanya soal memberi makan. Ia adalah lingkaran besar pembangunan ekonomi — dari 30 ribu dapur SPPG, dana Rp 10.000 per porsi berputar langsung di level kecamatan, diserap petani, peternak, nelayan, dan UMKM lokal. Ini bukan trickle-down — ini investasi dari bawah yang mengalir ke atas.



